- Home
- Pendidikan
- Menteri KP Harapkan UR Lahirkan SDM Handal Bidang Kelautan
Menteri KP Harapkan UR Lahirkan SDM Handal Bidang Kelautan
Kamis, 09 Oktober 2014 13:44 WIB
PEKANBARU - Universitas Riau (UR) dijadikan Center of Excellence bersama sejumlah perguruan tinggi lainya di Indonesia. Sejalan dengan itu, nantinya diharapkan kampus ini akan mampu melahirkan sumber daya manusia dibidang kelautan yang mumpuni dalam mengembangan potensi ekonomi kelautan itu sendiri.
Ia berpesan perguruan tinggi seperti UR diharapkan bersinergi untuk menghasilkan SDM berkualitas yang lebih berkompeten melalui program yang bersifat akademik.
"Kita berharap UR dapat membentuk tenaga SDM dalam Iptek khususnya tentang perikanan dan kelautan. Sehingga sumber daya yang ada benar-benar bisa dimaksimalkan pemanfaatanya," kata Menterian Perikanan dan Kelautan (KKP) Sharif C Sutarjo, pada acara Internastonal and National Seminar on Fisheries and Marine Science. Di Hotel Priemere, Kamis (9/10/14).
Peran UR sebagai center of excellence yang memiliki kepakaran dalam dunia penelitian dan pengembngan tekhnologi perlu menyambut baik tantangan. Kolaborasi dan integasi antara dunia pendidikan atau penelitian pemerintah dan swasta adalam kunci dalam menggerakan sektor perikanan dan kelautan.
Ada pun terkait dengan potensi perikanan dan kelautan secara global, menurut menteri ekonomi kelautan masih memberikan peluang besar. Dimana potensi di sektor kelautan, baik yang berhubungan dengan sumberdaya alam dan jasa maritim yang nilainya diperkirakan mencapai 1,2 triiun dolar Amerika pertahun.
Dengan potensi demikian besar itu, Indonesia memiliki pelung menuju negara dengan perekonmian terbesar ketujuh di dunia pada 2030. Penguasaan kemampuaninovasi dan tekhnlogi dalam rangkaa meningkatkan daya saing menjadi modal utma dalam mewujudkanya, pemerintah berkomitmen memperkuat eran strategis sumber dya manusia berbasiskan ilmu pengetahuan dan tekhnolgi.
Berkenaan dengan itu, pemerintah Indonesia dalam hal ini KKP selama ini terus berupaya mendorong pertumbuhan ekonomi kelautan menjadi program dan kebijakan yang cukup progresif. Program percepatan industrialisasi kelauatan dan erikanan yang berbasis pada blue ekonomy menjadi salah satu program yang diunggulkan.
Dalam hal ini implementasinya membutuhkan dukungan ilmu engetahuan dan tekhnologi berupa cuuting - edge innovations yang tidak hanya mampu memanfaatkan suberdaya sumberdaya alam secara berkelanjutan, akan tetapi yang lebih kngkrit, adallah berua inovasi sistem produksi bersih tanah limbah.
"Karena itu industrial kelautan dan erikanan berbasis pada blue ekonomy juga membutuhkan sumber daya manusia yang handal dan kompeten. KKP memandang penting meningatkan kapasitas sdm berbasiskan tekhnlogi dan dukungan riset untuk menjaga kesimbangangan pengembangan," papar menteri.
Sementara pencapaian kinerja perikanan telah berdamak ada peningkatan kesejahteraan. Dibuktikan dari sensus ertanian 2013, dimna BPS yang menyebutkan bahwa endaatan rumah tangga yg berusaha disektor perikanan lebih tinggi dibanding sektor pertanian.
Hasil pendaatan rata-rata rumah tangga perikanan pelaku budidaya ikan hias mencapai Rp50,84 juta pertahuan. Usaha bididaya ikan perairan umum Rp38,40 juta pertahun. Budidaya ikan rambak/payau Rp31,31 juta pertahun. Serta ikan kolam tawar Rp29,30 juta pertahun.Peternakan Rp14,56 juta. Padi 10,49 juta pertahun.
Pada kesempatan itu, Rektor UR Prof DR Aras Mulyadi menyerahkan plakat kenang-kenangan kepada menteri dengan disaksikan Wakil Gubernur Riau Arsyadjuliandi Rachman.***(mok)
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Komentar
Berita Terkait
-
Lingkungan
Bhabinkamtibmas Dorong Ketahanan Pangan Lewat Pekarangan Rumah di Dumai Kota
-
Hukrim
Kasat Reskrim Polres Siak Tinjau Korban Percobaan Pencurian di Kampung Dosan
-
Sosial
Bupati Siak Afni Dorong Penyelesaian Konflik HGU di Jakarta
-
Hukrim
Operasi Narkotika Diperketat di Bengkalis, Ratusan Pelaku Ditangkap
-
Hukrim
Kejari Bengkalis Musnahkan Barang Bukti 110 Perkara Inkracht
-
Lingkungan
Rumah Kompos Pekanbaru Dorong Pengurangan Sampah TPA Muara Fajar

