- Home
- Pendidikan
- Pemkab Bengkalis Gesa Pendirian Universitas Sumatera Timur
Wujud Kota Pendidikan
Pemkab Bengkalis Gesa Pendirian Universitas Sumatera Timur
Jumat, 20 Februari 2015 22:20 WIB
BENGKALIS - Pemerintah Kabupaten Bengkalis masih tetap optimis bisa mewujudkan berdirinya Universitas Sumatera Timur. Segala kelengkapan untuk mendirikan Universitas Sumatera Timur terus digesa dan diharapkan sudah bisa menerima mahasiswa pada tahun 2016 mendatang.
"Rencananya memang tahun ini (menerima mahasiswa,red) tapi nampaknya tak terkejar, karena banyak hal yang harus kita urus. Pak Herman Sani (Kepala Disdik Bengkalis) sangat serius mengurusnya," kata Bupati Bengkalis Herliyan Saleh, saat dikonfirmasi media belum lama ini.
Dikatakan Herliyan Saleh, saat ini Pemerintah Kabupaten Bengkalis tidak hanya memfokuskan pada pendirian Universitas Sumatera Timur, tetapi juga mendirikan dan menegerikan sejumlah perguruan tinggi yang ada di daerahnya.
Saat ini, selain Politeknik Negeri Bengkalis, juga ada Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN), kemudian Akademi Komunitas Negeri Bengkalis, dan menyusul Akademi Maritim Negeri Bengkalis serta Poltekes Bengkalis.
''Di samping itu, kita juga ada beberapa perguruan tinggi lainnya seperti STIE Syariah, AMIK dan lain-lain. Dengan dukungan perguruan tinggi ini, maka kita optimis keinginan menjadikan Bengkalis sebagai Kota Pendidikan akan terwujud,'' ujar Herliyan.
Orang nomor satu di Negeri Junjungan ini mengatakan, untuk mewujudkan Bengkalis Kota Pendidikan tersebut, Pemkab Bengkalis telah menyiapkan lahan untuk pembangunan perguruan tinggi. Kemudian, peningkatan kualitas SDM tenaga pengajar juga dilakukan.
''Semuanya seiring sejalan, jadi begitu nanti kita menerima mahasiswa, maka proses perkuliahan tidak jadi kendala,'' kata Herliyan.
Keinginan Herliyan Saleh untuk mewujudkan Universitas Sumatera Timur bukan sekedar basa-basi. Bahkan, beberapa waktu lalu pernah diadakan diskusi panel rencana pendirian Universitas Sumatera Timur yang digagas Dinas Pendidikan Kabupaten Bengkalis di Hotel Labersa.
Dalam diskusi tersebut, selain dihadiri oleh tokoh pendidikan dan Bupati Bengkalis, panitia diskusi juga menghadirkan tiga panelis yakni Bambang Soepeno dari Universitas Jember, Musaddiq Musbach dari Universitas Indonesia dan Dr Saktioto dari Universitas Riau.
(der/der)
"Rencananya memang tahun ini (menerima mahasiswa,red) tapi nampaknya tak terkejar, karena banyak hal yang harus kita urus. Pak Herman Sani (Kepala Disdik Bengkalis) sangat serius mengurusnya," kata Bupati Bengkalis Herliyan Saleh, saat dikonfirmasi media belum lama ini.
Dikatakan Herliyan Saleh, saat ini Pemerintah Kabupaten Bengkalis tidak hanya memfokuskan pada pendirian Universitas Sumatera Timur, tetapi juga mendirikan dan menegerikan sejumlah perguruan tinggi yang ada di daerahnya.
Saat ini, selain Politeknik Negeri Bengkalis, juga ada Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN), kemudian Akademi Komunitas Negeri Bengkalis, dan menyusul Akademi Maritim Negeri Bengkalis serta Poltekes Bengkalis.
''Di samping itu, kita juga ada beberapa perguruan tinggi lainnya seperti STIE Syariah, AMIK dan lain-lain. Dengan dukungan perguruan tinggi ini, maka kita optimis keinginan menjadikan Bengkalis sebagai Kota Pendidikan akan terwujud,'' ujar Herliyan.
Orang nomor satu di Negeri Junjungan ini mengatakan, untuk mewujudkan Bengkalis Kota Pendidikan tersebut, Pemkab Bengkalis telah menyiapkan lahan untuk pembangunan perguruan tinggi. Kemudian, peningkatan kualitas SDM tenaga pengajar juga dilakukan.
''Semuanya seiring sejalan, jadi begitu nanti kita menerima mahasiswa, maka proses perkuliahan tidak jadi kendala,'' kata Herliyan.
Keinginan Herliyan Saleh untuk mewujudkan Universitas Sumatera Timur bukan sekedar basa-basi. Bahkan, beberapa waktu lalu pernah diadakan diskusi panel rencana pendirian Universitas Sumatera Timur yang digagas Dinas Pendidikan Kabupaten Bengkalis di Hotel Labersa.
Dalam diskusi tersebut, selain dihadiri oleh tokoh pendidikan dan Bupati Bengkalis, panitia diskusi juga menghadirkan tiga panelis yakni Bambang Soepeno dari Universitas Jember, Musaddiq Musbach dari Universitas Indonesia dan Dr Saktioto dari Universitas Riau.
(der/der)
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Komentar
Berita Terkait
-
Pendidikan
Kemenag Buka Bantuan Pesantren Sampai 4 Oktober 2021, Ini Syaratnya
-
Pendidikan
Surat Domisili Tidak Berlaku untuk Sistem Zonasi PPDB di Pekanbaru
-
Pendidikan
Legislator Riau Canangkan Program Pendidikan Gratis SMA se-derajat
-
Pendidikan
10 Cara Siasati Biaya Sekolah yang Makin Mahal
-
Pendidikan
Pelajar SDN 002 Bantayan Dapat Sosialisasi Bahaya Narkoba
-
Pendidikan
Kantor PDE Meranti Salurkan 101 Rak Buku ke Desa

