- Home
- Pendidikan
- Pendidikan di Madrasah dan Ponpes Riau Masih Perlu Peran Pemda
Pendidikan di Madrasah dan Ponpes Riau Masih Perlu Peran Pemda
Sabtu, 07 Maret 2015 22:28 WIB
ROKAN HULU - Kepala Kantor Wilayah Kementrian Agama (Kanwil Kemenag) Provinsi Riau Tarmizi Tohor mengatakan titik fokus Kemenag adalah melakukan peningkatan pelayanan pendidikan di madrasah dan pondok pesantren (Ponpes).
"Kita akan membuat madrasah percontohan di setiap daerah, termasuk di Rokan Hulu," kata Tarmizi Tohor saat kunjungan kerja di Pasirpangaraian, Jumat kemarin.
Tarmizi menilai, anggaran di Kemenag sekitar Rp108 miliar, masih belum mencukupi untuk kegiatan di 168 Satuan Kerja di lingkungan Kemenag Riau, karena sudah termasuk untuk gaji.
"Untuk sertifikasi guru madrasah saja tidak cukup, dananya hampir Rp400 miliar. Sebab itu perlu sinergi dengan Pemerintah Daerah," jelasnya.
Dia manyarankan, seluruh Pemda di Riau punya program keagamaan. Program harus bersinergi dengan program Kemenag.
Pasalnya, selama ini, pendidikan swasta di Riau hanya dibantu dana Bantuan Operasional Sekolah atau BOS, bantuan sertifikasi guru swasta, serta bantuan block grant.
"Pemda fokus untuk bantuan program keagamaan. Dan kemenag akan lebih fokus dengan layanan pendidikan dan keagamaan," ujarnya.
Namun demikian, Tarmizi memuji bahwa pendidikan di madrasah dan Ponpes di Kabupaten Rohul lebih baik. Pasalnya, Pemkab Rohul mau membantu untuk bidang pendidikan agama.
Terlepas itu, dalam meningkatkan program keagamaan di Kabupaten Rohul, Kemenag Riau menempatkan Penyuluh Agama Honorer (PAH) di 16 kecamatan.
PAH ini bertugas sebagai penyuluh layanan keagamaan kepada masyarakat. Jika sebelumnya gaji mereka hanya Rp50 ribu per bulan, saat ini gaji mereka sudah mencapai Rp300 ribu per bulan.
"Kami tugaskan PAH di daerah terpencil untuk memberikan pelayanan keagamaan kepada masyarakat," tandas Tarmizi.
(zal/rtc)
"Kita akan membuat madrasah percontohan di setiap daerah, termasuk di Rokan Hulu," kata Tarmizi Tohor saat kunjungan kerja di Pasirpangaraian, Jumat kemarin.
Tarmizi menilai, anggaran di Kemenag sekitar Rp108 miliar, masih belum mencukupi untuk kegiatan di 168 Satuan Kerja di lingkungan Kemenag Riau, karena sudah termasuk untuk gaji.
"Untuk sertifikasi guru madrasah saja tidak cukup, dananya hampir Rp400 miliar. Sebab itu perlu sinergi dengan Pemerintah Daerah," jelasnya.
Dia manyarankan, seluruh Pemda di Riau punya program keagamaan. Program harus bersinergi dengan program Kemenag.
Pasalnya, selama ini, pendidikan swasta di Riau hanya dibantu dana Bantuan Operasional Sekolah atau BOS, bantuan sertifikasi guru swasta, serta bantuan block grant.
"Pemda fokus untuk bantuan program keagamaan. Dan kemenag akan lebih fokus dengan layanan pendidikan dan keagamaan," ujarnya.
Namun demikian, Tarmizi memuji bahwa pendidikan di madrasah dan Ponpes di Kabupaten Rohul lebih baik. Pasalnya, Pemkab Rohul mau membantu untuk bidang pendidikan agama.
Terlepas itu, dalam meningkatkan program keagamaan di Kabupaten Rohul, Kemenag Riau menempatkan Penyuluh Agama Honorer (PAH) di 16 kecamatan.
PAH ini bertugas sebagai penyuluh layanan keagamaan kepada masyarakat. Jika sebelumnya gaji mereka hanya Rp50 ribu per bulan, saat ini gaji mereka sudah mencapai Rp300 ribu per bulan.
"Kami tugaskan PAH di daerah terpencil untuk memberikan pelayanan keagamaan kepada masyarakat," tandas Tarmizi.
(zal/rtc)
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Komentar
Berita Terkait
-
Pendidikan
Kemenag Buka Bantuan Pesantren Sampai 4 Oktober 2021, Ini Syaratnya
-
Pendidikan
Surat Domisili Tidak Berlaku untuk Sistem Zonasi PPDB di Pekanbaru
-
Pendidikan
Legislator Riau Canangkan Program Pendidikan Gratis SMA se-derajat
-
Pendidikan
10 Cara Siasati Biaya Sekolah yang Makin Mahal
-
Pendidikan
Pelajar SDN 002 Bantayan Dapat Sosialisasi Bahaya Narkoba
-
Pendidikan
Kantor PDE Meranti Salurkan 101 Rak Buku ke Desa

