• Home
  • Pendidikan
  • Penerapan Kurikulum 2013 di SMK Muhammadiyah 2 Terkendala Buku

Penerapan Kurikulum 2013 di SMK Muhammadiyah 2 Terkendala Buku

Selasa, 24 Desember 2013 15:47 WIB

PEKANBARU - SMK Muhammadiyah 2 Pekanbaru menyatakan kesiapannya dalam melaksanakan kurikulum 2013 pada tahun ini. Hanya saja, hingga kini buku pelajaran pendukung program pemerintah yang sudah diterima pihaknya masih minim.
 
Demikian disampaikan Kepala SMK Muhammadiyah 2 Pekanbaru, Taharudin kemarin melalui telpon selulernya. "Sejak awal, kita sudah mendapat sosialisasi terkait program kurikulum 2013. 

Sehingga saat penerapannya, kita sudah merasa siap. Hanya saja selama satu semester pelaksanaanya saat ini, kita baru menerima bantuan tiga buku pelajaran dari pemerintah," ungkapnya.

Diakui Taharudin, pihaknya saat ini baru menerima buku pelajaran Matematika, Sejarah dan Bahasa Indonesia. Sementara, pada program ini peserta didik tak dibenarkan untuk membeli buku pegangan.

"Sebenarnya, langkah pemerintah dalam menerapkan program kurikulum 2013 ini sangat bagus. Hanya saja buku pegangan untuk guru dan siswa di sekolah kita masih minim," katanya.

Ia menambahkan bahwa sebelum penerapannya kurikulum 2013, pihaknya sudah memilih beberapa guru untuk mengikuti pelatihan. Selain itu, Tim dari Pusat Pengembangan Kurikulum juga sudah memberikan sosialisasi terkait penerapannya.

"Ya sebelum menerapkannya, kita sudah banyak mendapatkan sosialisasi dan pelatihan," sebutnya.

Taharudin mengatakan, kendala pada siswa dalam penerapak kurikulum baru tersebut, sejauh ini belum ada. Hanya saja ia meminta masalah buku yang belum sampai ke sekolah yang diberikan pemerintah pusat itu, dapat segera diperoleh pihaknya.

"Penerapannya tak menjadi kendala pada nilai anak. Ini kan juga tergantung guru yang mengajar. Dan Alhamdulillah tidak ada masalah, hasilnya bagus," paparnya.

Taharudin mengharapkan, diwajibkannya seluruh sekolah menggunakan kurikulum 2013 pada tahun depan, hendaknya dapat dibarengi dengan pengadaan buku yang memadai. Karena tanpa buku yang sesuai dengan kurikulum ini, maka proses penerapannya dalam pembelajaran akan kurang efektif.

"Ini sebenarnya komitmen kita bersama untuk menerapkannya, kita harapkan pelaksanaannya di semua sekolah pada tahun depan tidak terkendala oleh buku pegangan," pungkasnya.***(hrc/mus)
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Tags Pendidikan
Komentar