• Home
  • Politik
  • Aburizal Bakrie Dinilai Tak Bisa Mimpin Partai Golkar

Aburizal Bakrie Dinilai Tak Bisa Mimpin Partai Golkar

Selasa, 25 November 2014 10:35 WIB
Ketum Partai Golkar, Aburizal Bakrie (kanan) didamping Ketua Dewan Pertimbangan Golkar, Akbar Tandjung (tengah) dan Nurdin Halid (kiri) saat penutupan Rapimnas Partai Golkar ke VII di Yogyakarta, Rabu (19/11). ANTARAFOTO/Regina Safri
JAKARTA : Politikus Partai Golkar Agun Gunanjar menilai Ketua Umum Aburizal Bakrie tidak memiliki kemampuan memimpin partai. Hal ini terlihat dari kesalahpahaman Ical dalam memahami hasil rapat pimpinan nasional dan memahami tugas dan fungsi sebagai ketua umum.

Ia menegaskan kekisruhan yang terjadi pada rapat pleno sore ini disebabkan oleh kedua hal tersebut. "Kekacauan ini itu terjadi karena inkonsistensi. Menurut saya, Pak Ical tidak memiliki kemampuan dalam memimpin. Lihat saja, dia salah terus dalam menterjemahkan rapimnas," ujar Agun di Kantor DPP Golkar, Jakarta, Senin (24/11).

Pertama, berdasarkan hasil rapat pleno yang diselenggarakan sebelum rapimnas, telah disepakati Munas seharusnya diselenggarakan pada bulan Januari dan tidak akan membahas Munas dalam Rapimnas. Namun, Ical mencederai keputusan yang telah diambilnya dengan menggolkan permintaan DPD untuk mempercepat penyelenggaraan Munas.

Kemudian, Ical juga dianggap telah menyalahartikan keputusan rapat pimpinan untuk segera membentuk panitia Munas. "Harusnya dalam membentuk panitia kan tidak bisa langsung tunjuk Nurdin Khalid atau Fadel. Apa artinya pengurus? Kami tidak diajak serta dalam pembentukan panitia," papar Agun.

Oleh sebab itu, menurutnya, Ketua AMPG Yorrys Raweyai yang turut mengikuti rapat dari luar sudah melihat adanya keberpihakan untuk menguntungkan Ical dalam Munas nanti. Yorrys pun bersama dengan anggota AMPG berusaha masuk paksa untuk membatalkan keputusan tersebut. 

Yorrys cs Akan Terus Lawan Ical

Ketua Dewan Pimpinan Pusat Partai Golkar Yorrys Raweyai bersama Angkatan Muda Partai Golkar (AMPG) dan berbagai unsur di Golkar akan meneruskan perlawanan terhadap Ketua Umum Partai Golkar Aburizal Bakrie (Ical).

Yorrys mengatakan aksi penolakan terhadap pelaksanaan Munas yang dipercepat menjadi 30 November 2014 akan dilanjutkan hari ini pada rapat pleno Golkar yang menyiapkan kepanitiaan Munas. Menurut dia dipercepatnya Munas sehingga tidak menjadi Januari 2015 disebabkan oleh Ical agar terpilih lagi menjadi ketua umum.

Mantan Ketua AMPG yang kemarin memaksa masuk rapat pleno Golkar untuk menemui Ical ini menyatakan bahwa waktu pelaksanaan Munas harus sesuai dengan amanat yang diberikan oleh Munas sebelumnya. "Kalau tidak berarti melanggar namanya melanggar konstitusi partai," kata Yorrys, Senin malam (25/11).

Satu hal penting lainnya yang dituntut yakni pembentukan kepanitiaan Munas harus melalui rapat pleno yang mengakomodir semua kepentingan para calon ketua umum. "Tapi nyatanya kan ini dikuasai oleh Ical untuk kepentingan dia di Munas supaya menang," kata Yorrys. "

Dalam rapat pleno nanti dipilih panitia Munas yaitu Steering Committee (SC) dan Organizing Committee. Tugas Steering Committee salah satunya yaitu menyiapkan tata tertib pemilihan calon ketua umum Golkar. 

Ical sudah mengajukan Nurdin Halid sebagai Ketua SC dan Supit sebagai Ketua OC. Keduanya selama ini diketahui sebagai orang dekatnya Ical. "Kami pokoknya akan tolak, lihat nanti di rapaat pleno hari ini," kata Yorrys mengakhiri pembicaraan.

Pengamat politik dari Lingkaran Survei Indonesia (LSI) Toto Izul Fatah menilai dengan pelaksanaan Munas dimajukan menjadi 30 November depan,  memberi banyak keuntungan bagi Ical sebagai langkah awal untuk memenangkan pemilihan ketua umum. "Tidak memberi ruang gerak yang lebih banyak untuk para kompetitor Ical," kata Toto. 

(cnn/cnn)
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Tags Politik
Komentar