• Home
  • Politik
  • DPRD Bengkalis Minta Pemkab Dorong Pertumbuhan Ekonomi Kreatif

DPRD Bengkalis Minta Pemkab Dorong Pertumbuhan Ekonomi Kreatif

Senin, 22 Agustus 2016 16:57 WIB
BENGKALIS - Ketergantungan sebahagian masyarakat Bengkalis kepada dana APBD, secara berangsur harus dikurangi dengan memacu tumbuh dan berkembangnya sektor ekonomi kreatif. Pengembangan ekonomi kreatif ditengah masyarakat jangan hanya sebatas slogan dan proyek belaka oleh eksekutif.

Hal itu diutarakan anggota Komisi III DPRD Bengkalis Azmi R Fatwa terkait tidak berjalannya program pengembangan ekonomi kreatif ditengah masyarakat, terutama masyarakat di Pulau Bengkalis, Rupat serta Bukitbatu dan Siak kecil. Menurutnya masih sedikit kelompok masyarakat yang bergerak disektor ekonomi kreatif di kawasan tersebut, karena kurangnya perhatian dan dorongan dari Pemkab Bengkalis.
"Kita mendesak supaya Pemkab Bengkalis terutama SKPD yang mengurusi masalah pelaku usaha menengah dan kecil atau sekarang populer disebut ekonomi kreatif untuk lebih pro aktif. Sebab selama ini pengembangan ekonomi kreatif baru sebatas slogan dan proyek oleh sejumlah SKPD melalui kegiatan pameran, seminar dan pelatihan, tetapi output-nya nihil,"tegas Azmi, Senin (22/08/2016) di kantor DPRD Bengkalis.

Sejumlah SKPD kata politisi PKS ini yang harus bergerak aktif mengembangkan sektor ekonomi kreatif atau usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) antara lain Dinas Koperasi dan UMKM, Dinas Perindustrian dan Perdagangan, Dinas Pertanian dan Peternakan, Dinas Budaya, Pariwisata, Pemuda dan Olahraga, serta Dinas Kelautan dan Perikanan, karena SKPD bersangkutan bersentuhan langsung dengan masyarakat pelaku usaha.

Ditambah Azmi, di berbagai daerah di Indonesia ekonomi kreatif atau UMKM tumbuh seperti jamur seperti di dunia pariwisata, kemudian di bidang pertanian, peternakan, perikanan, perdagangan, home industry dan lainnya. Pemerintah selaku leading sector bisa memberdayakan kelompok masyarakat dengan berbagai pola, supaya muncul jiwa entrepreneurship di kalangan masyarakat Bengkalis.

"Kita dapat melihat bagaimana disejumlah kawasan di Bengkalis ini pertumbuhan pelaku UMKM ataupun ekonomi kreatif stagnan, tidak ada kemajuan. Padahal ada dana desa seperti UED-SP kemudian program-program pembinaan dan bantuan di SKPD-SKPD tertentu, bisa dijadikan sebagai landasan awal melahirkan entrepreneurship, tentunya juga disertai pengawasan,"tukas Azmi.
Dalam pengarahan Bupati Bengkalis yang diwakili Sekretaris Daerah H. Arianto koperasi menjadi motor penggerak roda perekonomian masyarakat. melalui koperasi, kita mampu membangun kemandirian dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat tanpa tergantung pada pihak asing.

Sempena peringatan Hari Koperasi ke-69 tingkat Kabupaten Bengkalis yang dipusatkan di Lapangan Tugu, Kamis (22/8/2016). "Hal ini menunjukan bahwa sejak lahirnya gerakan koperasi hingga detik ini masih sangat relevan untuk mendongkrak perekonomian," ungkap Sekda

Apa lagi tema peringatan hari koperasi ke-69 tahun 2016 ini, adalah "reformasi koperasi mewujudkan ekonomi berdikari". tema ini kami nilai penting, strategis dan relevan untuk memajukan koperasi.

Untuk itu, melalui kesempatan peringatan hari koperasi ke-69 ini, kami mengajak para pembina, pengurus, pengelola, seluruh anggota koperasi di daerah, untuk berpartisipasi dalam reformasi total koperasi sesuai dengan kemampuan dan kapasitas masing-masing.
 
Pada peringatan yang ke-69 tahun 2016 ini, kondisi koperasi di kabupaten bengkalis belum membanggakan, karena dari total koperasi sebanyak 871 koperasi, setengahnya atau sekitar 51,89 persen atau sebanyak 452 koperasi merupakan koperasi aktif. Namun dari total itu, sebanyak 29,87 persen atau 135 koperasi yang benar-benar menjalankan kewajiban sebagaimana diamanahkan anggaran dasar/anggaran rumah tangga, yakni rapat anggaran tahunan.

Melihat perkembangan koperasi di kabupaten bengkalis saat ini, tentu menjadi tantangan yang harus kita hadapi. Untuk itu, kami minta agar dinas koperasi usaha mikro, kecil dan menengah (umkm) untuk bergerak cepat dan melakukan berbagai inovasi serta terobosan, guna memajukan koperasi di daerah ini. Seperti, menertibkan sejumlah koperasi yang hanya tinggal nama atau koperasi yang tidak aktif.
Terlebih lagi, kementerian koperasi umkm republik indonesia telah meluncurkan sertifikat Nomor Induk Koperasi (NIK) terhadap koperasi aktif, sehingga memudahkan melakukan pemantauan dan evaluasi terhadap koperasi yang ada.

"Kondisi ini tentu menjadi tantangan bagi dinas koperasi UMKM Kabupaten Bengkalis, sehingga koperasi sebagai suko guru perekonomian indonesia benar-benar dapat dirasakan oleh seluruh elemen di negeri junjungan yang sama-sama kita cintai ini,"ujarnya
 
Pemerintah Kabupaten Bengkalis melalui satuan kerja perangkat daerah serta bekerjasama dengan stakeholder terkait, akan terus hadir dan berkomitmen untuk membangun koperasi melalui berbagai kebijakan dan program, seperti peningkatan kualitas sumber daya manusia, kewirausahaan, peningkatan akses pembiayaan, fasilitasi pemasaran, manajemen dan teknologi informasi.
 
"Terkait pelaksanaan bazar/pameran produk unggulan koperasi dan ukm. kegiatan ini sebagai salah satu upaya untuk meningkatkan perekonomian masyarakat dan khususnya koperasi dan UMKM di Kabupaten Bengkalis. Melalui bazar/pameran produk unggulan ini,"imbuhnya.
 
Di akhir sambutannya Sekretaris Daerah H. Arianto meminta meningkatkan kreativitas para pelaku usaha dalam mengembangan usaha dan produk unggulan, kemudian sebagai ajang promosi dan membuka peluang bisnis bagi pelaku usaha.

(adv/adv)
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Tags
Komentar