DPRD Pekanbaru Temukan Tempat Karaoke di Pasar Bawah
Rabu, 28 Januari 2015 16:24 WIB
PEKANBARU - Sejumlah anggota Komisi II DPRD Kota Pekanbaru yang melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke Pasar Kodim, Selasa (27/1/15), mengaku kaget setelah mengetahui di gedung The Central yang dikelola PT Peputra Maha Jaya (PMJ) itu ada fasilitas karaoke dan hotel.
"Selama ini kami tahu, gedung ini hanya menampung para pedagang yang dulunya menempati Pasar Tradisional Pasar Kodim. Ternyata ada fasilitas karaoke dan hotel juga,'' celetuk salah satu anggota Komisi II DPRD Kota Pekanbaru.
Anggota legislatif kota Pekanbaru yang merupakan ''muka baru'' berencana memanggil instansi terkait yang mengelaurkan izin. Terlepas soal itu, sidak anggota Komisi II DPRD Kota Pekanbaru sebagai respon dari keluhan para pedagang yang keberatan atas naiknya service charge dan sewa kios di gedung A, B dan C.
Sebelumnya, Koordinator pedagang Pasar Kodim Rusmadi Usman kepada wartawan, mengatakan pihak pedangan keberatan dengan kenaikan tarif service charge dan sewa kios yang mencapai hingga 60 hingga 70 persen.
"Kita pedagang di sini merasa keberatan dengan kenaikan service charge dan sewa kios ini. Apalagi akhir-akhirnya pasar ini sepi pengunjung dan bisa dikatakan crowded,'' tukasnya seraya menyatakan, tarif ini sangat merugikan para pedagang yang ada sekitar 471 pedagang.
Sebelumnya tarif charge service hanya Rp130 ribu/bulan, kini naik dan kepada pedagang dikutip sebesar Rp181 ribu/bulan. "Yang itu belum termasuk dengan lampu, kalau lampu kami ditarik Rp50 ribuan, jadi kami bayar Rp200 ribuan," jelasnya.
Selain itu, pemberlakuan tarif parkir mengguna sistem per jam ikut membuat Pasar Kodim itu sepi. Tarif parkir satu jam pertama Rp 2000,- satu jam berikutnya dikenakan lagi biaya. Sehingga orang jadi malas berbelanja di Pasar Kodim.
Para pedagang, imbuh Rusmadi yang akrab disapa Pak Uwo ini, sudah coba melakukan dialog dengan pihak pengelola gedung tetapi selalu tidak ada jalan keluar atau deadlock.
"Sejak enam bulan terakhir ini, semua kebijakan dari pihak pengelola PT PMJ selalu menemui jalan buntu atau deadlock, tak ada jalan keluarnya. Sebab, meski pun pertemuan dihadiri oleh direktur tetapi tetap tidak bisa mengambil keputusan. Kata pihak pengelola keputusan tersebut tetap di tangan pemilik atau owner, Ibu Mariana,'' ungkapnya.
Wakil Ketua Komisi II Zulfan Hafiz ST yang memimpin rombongan ini usai menerima dan mencatat semua aspirasi masyarakat, mengatakan bahwa tujuan kunjungan ke pasar ini khusus mencari kebenaran terkait keluhan pedagang yang datang ke DPRD pada Senin (26/1/15) kemarin.
"Kita sudah mendapatkan hasilnya, jadi kita tidak perlu bertemu pihak pengelola. Nanti dalam waktu dekat akan kita panggil pihak-pihak terkait untuk kita lakukan hearing bersama," tukasnya.
(son/son)
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Komentar
Berita Terkait
-
Politik
Hasil Survei Indikator: Pasangan Paisal-Sugiyarto Insya Allah Menang
-
Politik
Mengenal Lebih Dalam Tentang PDI Perjuangan
-
Politik
Ini Nomor Urut Parpol 2024 yang Wajib Kalian Ketahui
-
Politik
Hasil Survei Indikator, Prabowo Subianto Ungguli Ganjar dan Anies
-
Nasional
Putusan Mahkamah Konstitusi Soal Larangan Dinasti Politik Dinilai Keliru
-
Politik
Balon Walikota Dumai Abdul Kasim Janji Perjuangan Buruh Lokal

