• Home
  • Politik
  • DPRD Riau Minta Pusjatan Laporkan Hasil Loading Test Jembatan Siak

DPRD Riau Minta Pusjatan Laporkan Hasil Loading Test Jembatan Siak

Senin, 22 Desember 2014 12:14 WIB
PEKANBARU : Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Riau meminta kepada Pusat Studi Jalan dan Jembatan (Pusjatan) segera melaporkan hasil loading test atau uji beban yang telah dilaksanakan, Sabtu (20/12/2014) lalu.

Demikian hal tersebut disampaikan Wakil Ketua Komisi D DPRD Riau yang membidangi infratruktur dan pembangunan, Hardianto, Senin (22/12/2014). 

"Pusjatan memang membutuhkan waktu satu minggu untuk mengolah hasil loading tes. Memang tidak disebutkan tanggal berapa akan diumumkan hasil olahan tersebut. Namun, kita berharap hasil ini bisa sama-sama diketahui," jelas politisi partai Gerindra ini.

Menurutnya, berdasarkan hasil loading test yang dilakukan memang semua tahapan dilakukan. Secara kasat mata beban yang seharusnya dibebankan pada jembatan tersebut juga telah dipenuhi yakni, 300 ton. Meskipun pelaksanaan sempat terhambat.

"Saya bersama rekan-rekan Komisi S sudah menyaksikan uji beban. Yang awalnya pagi akan dilakukan. Namun kemudian jam 1 baru dilakukan. Kemudian kami ikut memantau hingga magrib. Kemudian semua tahapan yang semula ingin dilakukan juga terpenuhi dengan 15 unit truck yang memiliki beban masing-masing 20 ton," paparnya.

Mengenai garansi jembatan tersebut, menurut Hardiyanto masih menunggu hasil dari Pusjatan. 

"Saya tanya dengan perwakilan Pusjatan. Kemudian nanti itu ada laporan dari pusjatan seperti apa katagori keamanan jembatan tersebut. Tentunya, dalam laporan tersebut juga akan menjurus kepada garansikan. Jadi, kita masih sama- sama menunggu hasilnya," katanya.

Menurutnya menyangkut jembatan tersebut memang banyak hal yang harus dipenuhi nantinya. 

"Tentunya seperti korosi nanti yang pelu juga perhatian. Secara teknis memang kita tidak paham tapi berdasarkan ekspose bahwa cember jembatan harus positif dan ada ukuranya antara 40 sampai 41 dan kalau lebih itu akan berbahaya," paparnya.

Sementara itu, menanggapi saran tim ahli dimana perlu adanya perawatan terhadap jembatan tersebut jika nantinya dibuka. Menurut Hardianto memang perlu dilakukan dan hal tersebut akan menjadi tanggung jawab Pemerintah Provinsi nantinya, dalam hal ini Dinas Bina Marga.

"Sampai tahapan akhir yang paling penting setelah dibuka maka setiap tahun memang harus ada perawatan," katanya.

Diberitakan sebelumnya, tim ahli konstruksi Jembatan Siak III Prof Sugeng Wiyono menilai hasil uji beban Jembatan Siak III aman untuk dilalui kendaraan umum. Ia juga menuturkan meski dinyatakan aman namun Jembatan Siak III ini harus dilakukan perawatan setiap tahun.

"Setelah kita laksanakan uji beban baik dari segi pondasi konstruksi maupun hanger tidak perlu diragukan lagi, Jembatan Siak III dinyatakan aman," katanya.

Ia juga meminta kepada Dinas Bina Marga tetap melakukan pemeliharaan secara berkala setiap tahunnya, hal itu dilakukan sebagai bentuk pengawasan saja. 

"Kita meminta dinas terkait dalam hal ini Dinas Bina Marga harus melakukan perawatan berkala setiap tahun. Tapi prinsipnya saat ini aman," ujarnya.

(rdk/hrc/adi)

IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Tags Politik
Komentar