Demo Turunkan Jokowi-JK, Ketua Dewan Apresiasi Tuntutan Mahasiswa
Rabu, 01 April 2015 17:50 WIB
PEKANBARU - Ketua DPRD Riau, Suparman mengatakan aksi demo yang dilakukan mahasiswa merupakan bentuk aspirasi yang perlu diberikan apresiasi.
"Ini membangkitkan semangat demokrasi. Silahkan saja apa aspirasi yang ingin disampaikan," katanya.
Dirinya juga menjelaskan banyaknya bentuk hal tersebut merupakan aspirasi. "Memang kita tidak izinkan kalau mengambil momen melakukan paripurna di kursi sidang. Makanya, kita silahkan saja untuk melakukkan aspirasi di depan," katanya.
Sementara itu, terkait dengan adanya pintu gerbang yang roboh dirinya juga tidak mempersoalkan hal tersebut. "Kita tadi menyambut mereka dan kita mengundang dan mengizinkan masuk. Kalau pintu gerbang tumbangkan bisa dipasang lagi," ujarnya.
Politisi partai golkar ini juga mengatakan akan melanjutkan aspirasi tersebut ke pusat."Akan kita sampaikan kepada Pemerintah pusat dengan Insturen lainya melalui jalur-jalur yang memang sesuai untuk itu," katanya.
Seperti diketahui ratusan massa yang tergabung dalam Aliansi Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) se Riau dan dan Se Indonesia meliputi (BEM UIR, UR, UIN, UMRI, UPP dan BEM Uniks ) melakukan aksi demo di Gedung DPRD Provinsi Riau.
Mahasiswa ini menerobos masuk dan merobohkan gerbang gedung DPRD Riau dan akhirnya setelah diizinkan mahasiswa pun masuk ke ruang sidang pari purna. Massa yang disambut oleh Ketua DPRD Riau Supaman dan Anggota DPRD Riau, Husni Tamrin dan Shardiman Ambiy ini mempersilahkan perwakilan massa untuk menyampaikan orasinya.
Dimana dalam menyampaikan aspirasi tersebut, para mahasiswa melakukan aksi berupa paripurna untuk menurunkan kepemimpinan Joko Widodo - Jusuf Kalla yang selama ini dinilai ketidak becusanya menjadi pemimpin merupakan penyebab yang menimbulkan kesengsaraan rakyat Indonesia. Dimana aspirasi tersebut dilakukan dengan cara rapat paripurna mendesak Jokowi-Jk mundur.
Menurut Koordinator Lapangan, Hendro Mulyono, bahwa masyarakat Indonesia sudah cukup bersabar untuk melihat permasalahan-permasalahan yang sampai saat ini tidak kunjung usai.
"Banyak permasalahan-permasalahan di Indonesia yang masih menjadi tanda tanya. Salahsatunya permasalahan hukum mati para pelaku narkoba masih tarik ulur, investasi asing semakin merajalela, beras melonjak naik, nilai rupiah turun, hukum banyak dipolitisi dan BBM naik turun yang tidak jelas dan mengakibatkan masyarakat semakin sengsara," ujarnya.
(rdk/hrc)
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Komentar
Berita Terkait
-
Politik
Hasil Survei Indikator: Pasangan Paisal-Sugiyarto Insya Allah Menang
-
Politik
Mengenal Lebih Dalam Tentang PDI Perjuangan
-
Politik
Ini Nomor Urut Parpol 2024 yang Wajib Kalian Ketahui
-
Politik
Hasil Survei Indikator, Prabowo Subianto Ungguli Ganjar dan Anies
-
Hukrim
Puluhan Pengunjukrasa Geruduk Kantor Bupati dan DPRD Meranti
-
Politik
Ketua Pansus Sebut Deadline Penyelesaian RTRW Riau Belum Sampai Sebulan

