• Home
  • Politik
  • Dewan Tuding Kinerja BUMD Pembangunan Dumai Tak Becus

Dewan Tuding Kinerja BUMD Pembangunan Dumai Tak Becus

Kamis, 08 Januari 2015 19:05 WIB
DUMAI : Tidak tepatnya tanggapan yang disampaikan oleh Direktur Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) PT. Pembangunan Dumai Zulfadli terhadap produktifitas kinerja BUMD dalam kurun waktu satu tahun terakhir, membuat sejumlah anggota Komisi II DPRD Dumai menjadi naik pitam.

Saat menggelar diskusi perihal kinerja BUMD Dumai 2 tahun terakhir, Direktur BUMD PT. Pembangunan Dumai keceplosan, bahwa tidak ada media untuk menyampaikan hasil evaluasi kinerja BUMD. 

Malahan dalam sambutannya yang tidak menyatakan  program neraca dan laporan tertulis yang dapat dilaporkan, ulah ketidak becusan PT. Pembangunan ini membuat sejumlah anggota Komisi II DPRD Dumai menjadi sedikit emosi.

Seperti yang disampaikan Ketua Komisi II DPRD Dumai, Ponimin, BUMD merupakan aset Pemerintah Kota (Pemko) yang harus dibina dan dimodali demi meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Dumai.

"Namun bila kinerja BUMD Dumai seperti ini, yang tidak mempunyai laporan tertulis dan rancangan neraca program kerja, Komisi II sangat memandang miris. Ibarat ungkapan seperti memelihara kerbau, kalau kerbau peliharaan mati, tunjukan dimana kuburannya tidak cukup hanya menyebutkan kata mati," kata Ponimin, Kamis (8/1/15).

Hal yang sama juga disampaikan anggota Komisi II yang lain, Paruntungan Pane yang menurutnya kinerja BUMD PT. Pembangunan Dumai kali ini sangat buruk. Tidak ada program kerja yang dipaparkan, tidak ada neraca. Sedangkan dana yang diberikan Pemko Dumai terbilang sangat besar.

"Padahal dana yang diberikan Pemko Dumai sudah terbilang besar, namun besaran dana yang diberikan tampaknya tidak sesuai dengan kinerja yang ditunjukkan, seperti tampak jelas PT. Pembangunan Dumai tidak memiliki program kerja," papar Pane.

Pendapat yang tak jauh berbeda juga disampaikan Bustomi, anggota Komisi II dari partai PKB ini sangat menyayangkan kinerja BUMD PT. Pembangunan Dumai yang terbilang lamban.

"Betapa tidak, dana yang dikeluarkan Pemerintah Kota Dumai senilai Rp. 28 Milyar itu seharusnya bisa digunakan untuk pengembangan perusahaan, bukan hanya dipendam atau ditabung di bank," ungkapnya.

Kunjungan kerja (Kunker) Komisi II DPRD Dumai ke Kantor PT. Pembangunan Dumai hari ini merupakan kali pertama yang dilakukan, namun sudah banyak masukan dan koreksi yang disampaikan Komisi II kepada BUMD Dumai ini.

Bahkan Ketua Komisi II DPRD Dumai  Ponimin, dengan tegas mengatakan bila beberapa waktu kedepan kinerja PT. Pembangunan Dumai tidak terlihat, bukan tidak mungkin pengoperasian PT. Pembangunan Dumai akan dibekukan atau ditutup.

(adi/adi)
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Tags Politik
Komentar