Dugaan Politik Uang, Darnil Bantah Perempuan Berbaju Hanura Timnya
Kamis, 17 April 2014 15:56 WIB
PEKANBARU - Ketua DPC Hanura Pekanbaru yang juga calon legislatif (caleg), Darnil menyangkal tudingan politik uang yang dilakukan timnya. Meski di beberapa jejaringan sosial, foto perempuan berbaju Hanura tengah membagikan uang di TPS 9 Kelurahan Rintis sudah menyebar luas.
Saat diperlihatkan foto seorang perempuan memakai seragam Hanura yang dipunggungnya tertulis (meski agak samar, Red) "Tim Darnil", caleg nomor urut 1 Dapil Pekanbaru 1 (Pekanbaru, Sukajadi, Limapuluh, Senapelan) untuk DPRD Pekanbaru ini membantah tegas.
"Ini jelas rekayasa untuk menjatuhkan dan mendiskreditkan saya. Karena saksi atau tim saya yang perempuan tidak ada yang memakai pakaian Hanura berwarna oren dan hitam. Pada waktu pencoblosan, saksi-saksi perempuan memakai baju kemeja berwarna putih," katanya, Kamis (17/4/14), sambil memperlihatkan contoh bajunya.
Darnil menambahkan, jika memang perempuan yang tertangkap foto itu membagi-bagikan uang saat hari pencoblosan, mengapa tidak ditangkap saja. Padahal di setiap TPS dikawal polisi, Panwaslu dan petugas Linmas. Kecuali itu, jika memang terjadi politik uang silakan laporkan ke Sentra Gakkumdu Pemilu.
Seperti diberitakan riauterkini sebelumnya, salah satu Timses Caleg Hanura Dapil 1 berinisial Dl diduga melakukan politik uang di TPS 9 Kelurahan Rintis, Kecamatan Limapuluh.
Wanita berseragam Hanura ini datang tidak untuk memberikan hak suaranya, tetapi justru membagi-bagikan sejumlah uang tunai kepada pemilih agar mau memberikan suaranya untuk caleg yang diusungnya.***(son)
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Komentar
Berita Terkait
-
Sosial
Regulasi Perizinan Berbasis Risiko Diperkuat Pemko Dumai Lewat Bimtek
-
Ekbis
Proyek Pipa Transmisi Gas Dumai-Sei Mangke Capai 30 Persen
-
Nasional
Budi Arie Setiadi, Video Viral dan Sanksi Projo
-
Hukrim
Tengku Muhammad Nasir Ditangkap di Aceh Setelah Jadi Buronan Kasus Korupsi Dishub Dumai
-
Politik
KUA-PPAS Perubahan 2026 Disepakati, APBD Dumai Naik Jadi Rp2,246 Triliun
-
Sosial
Instalasi Jaringan Listrik PLN di Ratu Sima Dikeluhkan Warga

