Proyek Pipa Transmisi Gas Dumai-Sei Mangke Capai 30 Persen
Redaksi Kamis, 27 Agustus 2026 12:07 WIB
RIAUHEADLINE.COM - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menyampaikan perkembangan proyek pipa transmisi gas Dumai-Sei Mangke sepanjang 541 kilometer (km). Hingga saat ini, pembangunan infrastruktur tersebut telah mencapai progres sekitar 30 persen dan ditargetkan selesai pada awal 2028.
Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian ESDM, Laode Sulaeman, mengatakan pembangunan pipa Dumai-Sei Mangke merupakan bagian penting dalam upaya menghubungkan jaringan transmisi gas bumi nasional. Jalur tersebut nantinya menjadi salah satu bagian dari jaringan transmisi yang membentang dari Aceh hingga Jawa Timur.
“Selanjutnya saat ini sedang dibangun adalah penyelesaian pipa transmisi Dumai-Sei Mangke sepanjang 541 kilometer dan ini sudah berprogres, progresnya sampai dengan saat ini adalah sekitar 30 persen,” kata Laode dalam rapat dengar pendapat bersama Komisi XII DPR RI, Rabu (26/8/2026).
Menurut Laode, pemerintah optimistis pembangunan jalur transmisi tersebut dapat diselesaikan sesuai dengan target yang telah ditetapkan. Pemerintah menargetkan proyek tersebut rampung pada awal 2028 sehingga konektivitas jaringan transmisi gas bumi nasional dapat semakin diperkuat.
“Insyaallah di tahun 2028 awal pipa Dumai-Sei Mangke ini sudah dapat kita selesaikan,” ujarnya.
Melanjutkan Pembangunan Tahap Sebelumnya
Pembangunan jaringan pipa Dumai-Sei Mangke merupakan kelanjutan dari sejumlah pekerjaan yang telah dilakukan pemerintah sebelumnya. Pada 2023, pemerintah telah menyelesaikan pipa transmisi tahap pertama dengan panjang 60 km.
Selain itu, pipa transmisi tahap kedua sepanjang 245 km juga telah rampung dibangun. Dengan berlanjutnya pembangunan pada ruas yang masih tersisa, pemerintah berupaya mewujudkan jaringan transmisi gas yang lebih terintegrasi.
Laode menjelaskan, tersambungnya seluruh jaringan tersebut akan melengkapi jaringan transmisi utama gas bumi yang menghubungkan wilayah Aceh hingga Jawa Timur. Keberadaan jaringan yang terhubung memungkinkan pengiriman gas dilakukan melalui berbagai titik di sepanjang koridor pipa.
“Apabila pipa ini sudah terhubung, maka pipa transmisi besar mulai dari Aceh sampai dengan Jawa Timur untuk gas bumi sudah tersedia dan pola pengiriman gasnya dapat dilakukan di setiap titik pipa-pipa ini berada,” kata Laode.
Konektivitas tersebut dinilai penting karena jaringan transmisi tidak hanya berfungsi sebagai jalur pengangkutan gas, tetapi juga memungkinkan distribusi pasokan dilakukan secara lebih fleksibel berdasarkan kebutuhan di berbagai wilayah yang dilalui jaringan.
Jaringan Distribusi Disiapkan
Setelah pembangunan jaringan transmisi terselesaikan, pemerintah berencana melanjutkan pengembangan jaringan distribusi gas di sepanjang jalur pipa. Pengembangan tersebut disiapkan agar infrastruktur transmisi yang telah tersedia dapat diikuti dengan peningkatan pemanfaatan gas di wilayah yang terhubung.
Pemerintah juga menyiapkan opsi injeksi gas dalam bentuk liquefied natural gas (LNG) pada sejumlah titik tertentu. Skema tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah memperluas pilihan pasokan dan pemanfaatan gas setelah jaringan transmisi utama semakin terintegrasi.
“Ketika nanti seluruh jaringan transmisi sudah dibangun, maka kita akan menyusul menyiapkan pengembangan jaringan gas di sepanjang jalur pipa transmisi,” lanjut Laode.
Pengembangan infrastruktur gas tersebut diharapkan dapat meningkatkan pemanfaatan jaringan yang telah dibangun. Dengan adanya jaringan transmisi dan distribusi yang semakin luas, pasokan gas dapat diarahkan untuk memenuhi kebutuhan berbagai sektor di wilayah yang berada dalam cakupan jaringan.
Pemanfaatan CNG Terus Ditingkatkan
Selain LNG, pemerintah juga mendorong peningkatan penggunaan compressed natural gas (CNG). Pemanfaatan CNG saat ini telah berjalan pada sektor hotel, restoran, dan katering atau horeka di Pulau Jawa.
Penggunaan CNG menjadi salah satu bagian dari strategi pemanfaatan gas bumi untuk kebutuhan sektor usaha. Pemerintah berupaya mengembangkan berbagai skema pemanfaatan gas agar infrastruktur dan pasokan yang tersedia dapat digunakan oleh konsumen sesuai karakteristik kebutuhan masing-masing wilayah maupun sektor.
Sementara itu, untuk wilayah Indonesia Timur, pemerintah menyiapkan integrasi pasokan mini LNG. Pasokan tersebut akan dikaitkan dengan pengembangan pembangkit listrik tenaga gas di sejumlah wilayah.
Integrasi mini LNG dengan pembangkit listrik tenaga gas menjadi bagian dari rencana pemerintah untuk mendukung ketersediaan energi di kawasan Indonesia Timur. Pendekatan tersebut disiapkan untuk menyesuaikan pola penyediaan gas dengan kondisi geografis dan kebutuhan energi di wilayah yang tidak seluruhnya terhubung dengan jaringan pipa transmisi utama.
Jargas Rumah Tangga Bertambah
Pengembangan infrastruktur gas juga mencakup pembangunan jaringan gas rumah tangga atau jargas. Berdasarkan data pemerintah, pembangunan jargas pada periode 2009-2023 telah mencapai 922.766 sambungan rumah.
Pemerintah masih menargetkan penambahan sambungan dalam beberapa tahun mendatang. Pada periode 2025-2028, target tambahan yang ditetapkan mencapai 1,1 juta sambungan rumah.
Dari target tersebut, sebanyak 119 ribu sambungan rumah telah selesai dibangun. Sementara itu, sekitar satu juta sambungan rumah lainnya masih berada dalam proses realisasi.
Rencana tersebut menunjukkan bahwa pengembangan infrastruktur gas pemerintah tidak hanya diarahkan pada pembangunan jaringan transmisi berskala besar, tetapi juga pada perluasan akses gas hingga ke konsumen rumah tangga.
Dengan penyelesaian ruas transmisi Dumai-Sei Mangke dan pengembangan jaringan distribusi berikutnya, pemerintah menargetkan terbentuknya konektivitas gas bumi yang semakin luas. Infrastruktur tersebut akan menjadi bagian dari jaringan transmisi nasional yang menghubungkan Aceh hingga Jawa Timur, sekaligus membuka ruang bagi pengembangan distribusi gas di sepanjang jalurnya.
Hingga Agustus 2026, progres pembangunan proyek pipa transmisi gas Dumai-Sei Mangke telah mencapai sekitar 30 persen. Pemerintah menargetkan pembangunan pipa sepanjang 541 km itu dapat diselesaikan pada awal 2028. Setelah jaringan transmisi tersambung, pengembangan distribusi gas, pemanfaatan LNG dan CNG, serta perluasan jargas akan menjadi bagian dari langkah lanjutan pemerintah dalam meningkatkan pemanfaatan gas bumi di berbagai wilayah Indonesia.
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Komentar
Berita Terkait
-
Sosial
Regulasi Perizinan Berbasis Risiko Diperkuat Pemko Dumai Lewat Bimtek
-
Ekbis
Proyek Pipa Transmisi Gas Dumai-Sei Mangke Capai 30 Persen
-
Hukrim
Tengku Muhammad Nasir Ditangkap di Aceh Setelah Jadi Buronan Kasus Korupsi Dishub Dumai
-
Politik
KUA-PPAS Perubahan 2026 Disepakati, APBD Dumai Naik Jadi Rp2,246 Triliun
-
Sosial
Instalasi Jaringan Listrik PLN di Ratu Sima Dikeluhkan Warga
-
Hukrim
Patroli Karhutla Ungkap Gudang Narkotika di Dumai

