Dukungan PPP Untuk Pasangan Suyatno-Djamiludin Ditolak KPU Rohil
Senin, 27 Juli 2015 21:47 WIB
ROKAN HILIR - Pasangan Suyatno-Djamiludin resmi mendaftarkan diri ke KPU setempat. Dari sejumlah partai pengusung dan pendukung, PPP ditolak KPU, karena rekomendasi dari DPP PPP hanya dari Kubu Romi, seharusnya kedua kubu (ditambah Djan Farid, red).
Pendaftaran dilakukan Senin (27/7/15), pasangan ini sampai di KPU sekira pukul 14.30 WIB, disambut pihak KPU dengan kompang dipintu gerbang, silat dihalaman depan, serta tari persembahan di ruangan Media Centre (tempat pendaftaran, red).
Prosesi pendaftaran pada awalnya berjalan lancar, Supriyanto, Divisi Pencalonan Pilkada, KPU memeriksa berkas satu persatu yang diserahkan tim pemenangan, Basiran Nur Efendi dan Yohanis.
Namun sampai kepada berkas rekomendasi PPP Kubu Romi dan tidak ada Djan Farid, Supriyanto langsung menyatakan, kalau dukungan dari PPP untuk pasangan Suyatno-Djamiludin ditolak.
Sontak keadaan ini membuat suasana agak tegang, bahkan kader PPP, Husaimi Hamidi yang diberi kesempatan untuk menjelaskan mengapa hanya ada dukungan satu kubu, dia malah bersikukuh, kalau Kubu Djan Farid, belum mempunyai legalitas.
Lalu, Supriyanto membacakan pasal Peraturan KPU (PKPU) yang menyatakan, jika terjadi dualisme kepemimpinan partai ditingkat pusat, maka diharuskan, rekomendasi dikantongi dari kedua kubu tersebut.
Lalu kader PPP lain Rahmad Hidayat, kembali menyangkal, bahkan dia menyatakan KPU mendiskriminasi mereka, dan minta diperlakukan adil.
Melihat gelagat sudah semakin panas, akhirnya Ketua KPU Rohil, Agus Salim menengahi, dan menyatakan kalau mereka berinduk kepada KPU Pusat, dan PKPU yang dibuat tidak bisa dilanggar, karena penjabaran dari undang-undang.
Akhirnya suasana bisa reda, proses pendaftaran bisa dilanjutkan sampai akhir dengan kesimpulan, kalau dukungan untuk PPP ditolak.
Usai mendaftar, Calon Bupati Suyatno ketika diwawancara mengakui sudah melihat ada persoalan yang sedikit mengganjal, untuk mengatasi itu, akan dilakukan komunikasi dengan partai tersebut (PPP).
"Saya pikir, kalau itupun terjadi, tidak ada semacam ketentuan dari pusat, DPP PPP itu, terpaksalah sebagai partai pendukung aja. Tapi dengan demikian, kita juga berusahalah, agar ini jangan pecah. Bagaimanapun PPP tetap kita rangkul," ujar Suyatno.
Ditanya program jika terpilih kembali menjadi bupati, Suyatno tetap memprioritaskan meningkatkan kesejahteraan masyarakat, infrastruktur, pendidikan dan kesehatan, disamping program lainnya.
"Mensejahterakan masyarakat, kita buka nanti, kita berusaha teruslah, Rokan Hilir ini punya sumber daya alam yang luar biasa, kita ajak investor nanti masuk kemari. Ini sudah ada beberapa investor yang mau melakukan penanaman modal ditempat kita ini, kita terima," katanya.
Bahkan, hari itu, Suyatno sebagai bupati, sudah memerintahkan Kepala Dinas Kehutanan, Rahmatul Zamri untuk melobi perusahaan dari Cina ke Pekanbaru, untuk menanamkan modalnya di Rokan Hilir, diantaranya bidang industri, perhotelan serta bidang lainnya.
Dalam pada itu, meski dukungan PPP ditolak KPU, pasangan ini tetap aman, karena dukungan dari PDI Perjuangan (6 kursi, red), Hanura (3 kursi) dan Nasdem (2 kursi), PKPI (1 kursi), mengantongi 12 kursi, sudah memenuhi syarat 20 persen dari jumlah kursi DPRD (9 kursi).
Jika memang nanti PPP tidak bisa menjadi partai pengusung, maka partai ini akan menjadi partai pendukung, bersama PBB (karena tak miliki kursi).
(rdk/rtc)
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Komentar
Berita Terkait
-
Politik
Pleno Rekapitulasi KPU, Paslon Sudin Pemenang Pilkada Rohil
-
Politik
KPUD Rohil Gelar Rekapitulasi Perolehan Suara Pilkada Serentak 2015
-
Politik
Pilkada Rohil, Suyatno-Djamiludin Raup Suara Terbanyak PSU 2 TPS
-
Politik
Gerindra Desak Audit Anggaran Pilkada di KPU Rohil
-
Politik
Hadiri Kampanye Paslon, Panwaslu Rohil Panggil Camat Rantau Kopar
-
Politik
Dilaporkan Gunakan Fasilitas Negara, Bupati Rohil Dipanggil Panwaslu

