Hitungan Hari Menjabat, Dua Pejabat Jadi Korban Rotasi Gubernur Riau
Jumat, 25 April 2014 11:57 WIB
PEKANBARU - Gubernur Riau Annas Maamun kembali melakukan mutasi, Jumat (25/4/14). Sebanyak delapan pejabat eselon II dilantik Wakil Gubernur Riau Arsyadjuliandi Rahman di Gedung Daerah Provinsi Riau.
Jika pada tiga kali mutasi polemik muncul karena adanya anak, menanti dan suadara ipar Gubri Annas dipromosikan, kali ini mutasi menimbulkan tanda tanya karena ada dua pejabat yang baru dilantik dalam hitungan pekan sudah kembali dilantik.
Keduanya adalah Abdul Latif yang pada 1 April lalu dilantik menjadi Kepala Dinas Kehutanan. Kondisi lebih mengejutkan dialami Nizamul. Mengingat, mantan Kepalat Satuan Satpol PP tersebut baru pada 17 Aprl lalu dilantik menjadi Staf Ahli Gubernur bidang Kemasyarakatan. Pagi ini Nizamul sudah dilantik untuk posisi baru.
Artinya baru sembilan hari lalu Nizamul dilantik. Mungkin Nizamul belum menggelar serah-terima jabatan dengan pejabat Fadrizal Labay yang digantikannya. Bisa jadi ini menjari rekor jabatan tercepat yang pernah dipegang seorang pejabat di Pemprov Riau. Mungkin juga di Indonesia.
Enam pejabat lain yang turut dilantik adalah Ramli Walid, Kadisperindag, H Abdul Latif SH MH, Kepala Inspektorat, Drs Syamsurizal Staf Ahli Bidang Kemasyarakatan dan SDM, Prof Dr Irwan Effendi Kadishut, Nizamul SE MM, Kesbangpol, Drs M Guntur MSi, Kepala BKD, Andri Sukarmen SE MP Kepala Biro Tapem dan Surya Maulana, Kadis Perikanan dan Kelautan.
Belum ada penjelasan resmi dari Gubri Annas terkait alasan bongkar-pasang kabinet. Melantik dua pejabat dua kali dalam waktu sangat singkat.***(mok)
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Komentar
Berita Terkait
-
Hukrim
Kasat Reskrim Polres Siak Tinjau Korban Percobaan Pencurian di Kampung Dosan
-
Sosial
Bupati Siak Afni Dorong Penyelesaian Konflik HGU di Jakarta
-
Hukrim
Operasi Narkotika Diperketat di Bengkalis, Ratusan Pelaku Ditangkap
-
Hukrim
Kejari Bengkalis Musnahkan Barang Bukti 110 Perkara Inkracht
-
Lingkungan
Rumah Kompos Pekanbaru Dorong Pengurangan Sampah TPA Muara Fajar
-
Politik
DPRD Pekanbaru Desak Prioritas Drainase 2026

