Gara-gara Pecat 3 PK,
Kedudukan Ketua DPD Golkar Dumai Terancam Dimusdalubkan
Jumat, 01 Agustus 2014 09:57 WIB
DUMAI - Minggu (20/7/14) kemarin telah terjadi manuver politik cukup luar biasa yang dilakukan Ketua DPD Partai Golkar Dumai Zulkifli Ahad, dengan cara melakukan rapat dalam rangka ingin memberhentikan 3 Ketua Pimpinan Kecamatan (PK) yaitu PK Bukit Kapur, PK Dumai Selatan dan PK Dumai Timur.
Agar rencana pemberhentian ini berjalan sukses, maka Ketua DPD Partai Golkar Dumai mengundang seluruh PK Partai Golkar yang ada di Kora Dumai serta mengundang ketua Pengurus Kelurahan Dumai Selatan, PL Bukit Kapur untuk mengusulkan pemberhentian ketua PK Dumai Selatan dan Bukit Kapur.
Dari undangan itu yang tidak datang adalah Ketua Pengurus Kecamatan Dumai Timur, ketidakdatangan itu disebakan karena pemberhentian tidak sesuai dengan AD ART Partai Golkar. Sehingga pertemuan itu berujung pada kecaman dari 7 PK Partai Golkar yang ada di Dumai, mengingat tindakan itu tidak ada dasar yang kuat.
Ketua PK Partai Golkar Kecamatan Dumai Timur Aswin kepada riauterkinicom melalui telepon selulernya, Jumat (1/8/14) mengatakan, tindakan yang dilakukan Ketua DPD Partai Golkar itu bentuk keresahan atas adanya usulan Musyawarah Luarbiasa (Musdalub) yang diajukan oleh seluruh PK Partai Golkar.
"Ini dilakukan bentuk kekawatiran Ketua DPD Golkar Dumai adanya Musdalub. Sehingga dia mengambil sikap dengan cara melakukan pemberhentian terhadap 3 PK yang dinilai sebagai dalang adanya agenda Musdalub," ungkap Aswin menceritakan kondisi politik di tubuh Partai Golkar di Dumai.
Dijelaskan Aswin, padahal agenda Musdalub itu sendiri bentuk kesepakatan yang dilakukan oleh seluruh PK Partai Golkar di Kota Dumai. Mengingat, kinerje Ketua DPD Golkar Dumai tidak berjalan maksimal pada ajang Pemilihan Legislatif (Pileg). Partai Golkar hanya bisa mendudukan kadernya sebanyak 3 orang dan tahun sebelumnya mencapai 5 orang.
"Apa yang dilakukan oleh seluruh PK itu bentuk ketidak puasa kinerja yang dilakukan Ketua DPD Partai Golkar Dumai. Surat Musdalub sendiri sudah di teken oleh seluruh PK dan sudah di kirim ke Ketua DPD Partai Golkar Riau Annas Maamun," jelas Aswin.
Sementara surat usulan mosi tidak percaya untuk segera dilakukan Musdalub sudah 2 kali di kirim kepada Ketua DPD Partai Golkar Provinsi Riau, yaitu yang pertama pada tanggal 22 February 2013, tidak terlaksana karena pada waktu itu sibuk dengan pesta demokrasi untuk Pilgub dan pada tanggal 6 Mei 2014 (sekarang dalam proses).
Adapun tiga Ketua PK Partai Golkar yang menjadi korban manuver politik Ketua DPD Golkar Dumai Zukifli Ahad diantaranya, Ketua PK Bukit Kapur Ahmad Khaironi, Ketua PK Dumai Selatan Ramli AC, dan Ketua PK Dumai Timur Aswin. Ketiga nama ini dinilai sangat mengganggu karir politik Zulkifli Ahad memimpin Partai Golkar di Dumai.***(adi)
Agar rencana pemberhentian ini berjalan sukses, maka Ketua DPD Partai Golkar Dumai mengundang seluruh PK Partai Golkar yang ada di Kora Dumai serta mengundang ketua Pengurus Kelurahan Dumai Selatan, PL Bukit Kapur untuk mengusulkan pemberhentian ketua PK Dumai Selatan dan Bukit Kapur.
Dari undangan itu yang tidak datang adalah Ketua Pengurus Kecamatan Dumai Timur, ketidakdatangan itu disebakan karena pemberhentian tidak sesuai dengan AD ART Partai Golkar. Sehingga pertemuan itu berujung pada kecaman dari 7 PK Partai Golkar yang ada di Dumai, mengingat tindakan itu tidak ada dasar yang kuat.
Ketua PK Partai Golkar Kecamatan Dumai Timur Aswin kepada riauterkinicom melalui telepon selulernya, Jumat (1/8/14) mengatakan, tindakan yang dilakukan Ketua DPD Partai Golkar itu bentuk keresahan atas adanya usulan Musyawarah Luarbiasa (Musdalub) yang diajukan oleh seluruh PK Partai Golkar.
"Ini dilakukan bentuk kekawatiran Ketua DPD Golkar Dumai adanya Musdalub. Sehingga dia mengambil sikap dengan cara melakukan pemberhentian terhadap 3 PK yang dinilai sebagai dalang adanya agenda Musdalub," ungkap Aswin menceritakan kondisi politik di tubuh Partai Golkar di Dumai.
Dijelaskan Aswin, padahal agenda Musdalub itu sendiri bentuk kesepakatan yang dilakukan oleh seluruh PK Partai Golkar di Kota Dumai. Mengingat, kinerje Ketua DPD Golkar Dumai tidak berjalan maksimal pada ajang Pemilihan Legislatif (Pileg). Partai Golkar hanya bisa mendudukan kadernya sebanyak 3 orang dan tahun sebelumnya mencapai 5 orang.
"Apa yang dilakukan oleh seluruh PK itu bentuk ketidak puasa kinerja yang dilakukan Ketua DPD Partai Golkar Dumai. Surat Musdalub sendiri sudah di teken oleh seluruh PK dan sudah di kirim ke Ketua DPD Partai Golkar Riau Annas Maamun," jelas Aswin.
Sementara surat usulan mosi tidak percaya untuk segera dilakukan Musdalub sudah 2 kali di kirim kepada Ketua DPD Partai Golkar Provinsi Riau, yaitu yang pertama pada tanggal 22 February 2013, tidak terlaksana karena pada waktu itu sibuk dengan pesta demokrasi untuk Pilgub dan pada tanggal 6 Mei 2014 (sekarang dalam proses).
Adapun tiga Ketua PK Partai Golkar yang menjadi korban manuver politik Ketua DPD Golkar Dumai Zukifli Ahad diantaranya, Ketua PK Bukit Kapur Ahmad Khaironi, Ketua PK Dumai Selatan Ramli AC, dan Ketua PK Dumai Timur Aswin. Ketiga nama ini dinilai sangat mengganggu karir politik Zulkifli Ahad memimpin Partai Golkar di Dumai.***(adi)
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Komentar
Berita Terkait
-
Lingkungan
Bhabinkamtibmas Dorong Ketahanan Pangan Lewat Pekarangan Rumah di Dumai Kota
-
Hukrim
Kasat Reskrim Polres Siak Tinjau Korban Percobaan Pencurian di Kampung Dosan
-
Sosial
Bupati Siak Afni Dorong Penyelesaian Konflik HGU di Jakarta
-
Hukrim
Operasi Narkotika Diperketat di Bengkalis, Ratusan Pelaku Ditangkap
-
Hukrim
Kejari Bengkalis Musnahkan Barang Bukti 110 Perkara Inkracht
-
Lingkungan
Rumah Kompos Pekanbaru Dorong Pengurangan Sampah TPA Muara Fajar

