• Home
  • Politik
  • Komisi III Kunjungi Lokasi Tumpahan CPO PT IBP

Komisi III Kunjungi Lokasi Tumpahan CPO PT IBP

Selasa, 18 November 2014 09:38 WIB
Ketua Komisi III DPRD Dumai Abdul Kosim bersama rombongannya melihat langsung kondisi tumbangnya tangki timbun yang berisikan ribuan ton minyak CPO milik perusahaan PT. Inti Benua Perkasatama di Kecamatan Sungai Sembilan. (Toy Jepreter/riauheadline.com)
DUMAI : Ketua DPRD Dumai Gusri Effendi bersama jajaran Komisi III DPRD setempat mengunjungi lokasi insiden tumpahan CPO milik perusahaan PT. Inti Benua Perkasatama di Kecamatan Sungai Sembilan, Senin kemarin.

Ketua Komisi III DPRD Dumai Abdul Kosim, kepada media ini mengatakan, dalam kujungan itu seluruh anggota dewan melihat langsung ke dalam lokasi insiden tumbangnya tangki timbun bermuatan 3000 ton minyak CPO.

"Rupanya jumlah minyak yang tumbah hingga ke wilayah pemukiman penduduk itu sebanyak 6000 ton. Soalnya, tangki yang berisikan CPO itu ada dua. Sedangkan jumlah secara keseluruhan ada enam tangki timbun," kata Abdul Kosim.

Dijelaskannya, sesusai pengakuan dari pihak perusahaan bahwa tumbangnya tangki timbun berisikan CPO itu disebabkan adanya uji coba satu tangki yang baru saja selesai dibangun. Pada saat uji coba, satu tangki berisikan air itu tumbang menimpa tangki CPO.

"Kata perusahaan kepada kita ini terjadi saat uji coba satu tangki siap dibangun. Entah karena apa, tiba-tiba tangki itu tumbang dan mengenai dua tangki yang berisikan minyak CPO. Dan tiga tangki lainnya itu sedang dalam kondisi kosong," jelasnya.

Selain itu, pihaknya juga meminta kepada perusahaan untuk segera membersihkan lingkungan yang saat ini masih tercemari dari tumpahan CPO tersebut. Kendati mengalami kerugian, namun perusahaan tetap harus melakukan pembersihan dan jangan pembiaran.

"Kita minta perusahaan untuk segera menuntaskan pembersihan sisa-sisa CPO yang tumpah di lingkungan penduduk itu bersih. Kedepannya, diharapkan perusahaan bisa membangun yang kokoh agar tidak menimbulkan insiden seperti ini," pintanya.

Mindaklanjuti masalah ini Abdul Kosim, yang juga politisi PAN ini meminta kepada perusahaan agar bisa mendirikan bangunan yang susesuai standartnya, jangan sampai membangun asal-asalan dan akhirnya menimbulkan permasalah seperti ini.

Sedangkan Pemerintah Kota Dumai melalui KLH langsung turun ke lapangan melakukan pemantauan kegiatan penanggulangan tumpahan minyak yang telah mencemari aliran sungai dan pemukiman penduduk.

"Ketika dapat laporan, saya bersama anggota langsung turun ke lokasi. Alhasil saya melihat langsung kronologi tumpahan minyak perusahaan itu yang telah mencemari aliran sungai," kata Kepala KLH Dumai, Bambang Surianto. 

Mengantisipasi agar minyak tidak menembus ke laut, KLH mengaku telah memasang empat oil boom di lokasi tumpahan minyak itu. Pihak KLH juga mengintruksikan perusahaan untuk melakukan penyedotan. 

"Sesuai kronologis perusahaan kepada saya sebelum kejadian, perusahaan saat itu sedang melakukan uji coba penggunaan tangki baru dengan bahan air sebanyak empat ribu ton. Tujuannya untuk menguji apakah tangki tersebut ada kebocoran atau tidak," ujarnya.  

Disebutkannya, memang perusahaan IBP saat ini sedang membangun sebanyak lima tangki baru, satu di antaranya lulus uji sehingga sudah diisi minyak, namun tangki kedua saat diuji dengan air malah ambruk sehingga menggenai tangki yang berisi minyak. 

"Upaya teknis sudah kami lakukan sejak hari pertama kebocoran, baik itu berupa penyedotan minyak, pembuatan temporary pit hingga pemasangan oil boom untuk meminimalisasi sebaran minyak," ujarnya. 

Bahkan untuk menguji tumpahan minyak, KLH juga telah mengambil sampel dilakukan pengecekan. Karena banyak warga yang mengambil tumpahan minyak itu untuk kembali di perjual belikan.

(adi/toy)
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Tags Politik
Komentar