Jarang Laksanakan Tugas Kepala Daerah
LAKRI Dumai Desak Dewan Ambil Sikap Soal Walikota
Minggu, 09 November 2014 15:16 WIB
DUMAI : Desakan lain juga datang dari Dewan Pimpinan Kota (DPK) Lembaga Anti Korupsi Republik Indonesia (LAKRI) Dumai, soal Walikota Dumai Khairul Anwar, yang jarang melaksanakan tugas sebagai kepala daerah.
Dia meminta DPRD Kota Dumai untuk segera mengkaji dan mengambil sikap terhadap kondisi kesehatan Walikota Dumai Khairul Anwar yang terserang penyakit stroke. Hal itu dinilai sangat penting karena kondisi tersebut berimplikasi terhadap penyelenggaraan pemerintahan.
"DPRD tak boleh tutup mata terhadap kondisi kesehatan Wako Khairul Anwar yang mengalami sakit stroke. Kondisi tersebut dikhawatirkan menjadi halangan tetap baginya untuk bisa kembali aktif dalam menjalankan tugas sebagai kepala daerah," kata Sinurat, Sekretaris Dewan Pimpinan Kota (DPK) Lembaga Anti Korupsi Republik Indonesia (LAKRI) Dumai, kepada wartawan, Sabtu (8/11) kemarin.
Menurutnya, selama ini Wako Khairul Anwar juga terkesan kurang peduli terhadap situasi dan kondisi masyarakat. Bahkan, wako terkesan lebih peduli terhadap kegiatan serimonial untuk pencitraan dan dikabarkan lebih banyak mengurus proyek ketimbang berbuat untuk masyarakat yang mengalami kesusahan.
Sinurat menyampaikan fakta tentang kondisi masyarakat perbatasan Dumai dengan Rokan Hilir, yang mengalami konflik, tapi tak dipedulikan oleh sang wali kota. Padahal, situasi di perbatasan tersebut, yaitu di Kelurahan Batu Teritip, Kecamatan Sungai Sembilan, sudah mencekam akibat konflik berdarah.
Belum lagi penculikan dan teror-teror yang hingga saat ini dilakukan oknum-oknum yang dimobilisasi dari daerah tetangga terhadap warga Dumai.
Namun, Wako Khairul Anwar dinilainya tidak menunjukkan kepedulian dan tak tanpak langkah kongkret yang dilakukannya untuk melindungi warga dari ancaman dan melindungi daerahnya dari upaya pencaplokan lahan oleh pihak lain.
Selain itu, kata dia, ada agenda penting yang akan dihadapi Kota Dumai yang membutuhkan kepala daerah yang sehat fisik dan mental. Salah satunya agenda penting adalah pembahasan anggaran untuk tahun 2015, yang hingga saat ini belum menunjukkan tanda-tanda menggembirakan.
Sinurat juga mempertanyakan izin bolak balik Wako Khairul Anwar ke Melaka, Malaysia, untuk berobat.
Pasalnya, seorang kepala daerah yang keluar negeri, meskipun untuk berobat, harus mendapat izin dari presiden. Sebab, bila tak ada izin dan uang yang digunaka ke Melaka berasal dari APBD, maka hal itu jelas merupakan penyimpangan penggunaan anggaran.
Karena itu, dia sangat mengharapkan agar DPRD Kota Dumai mengambil sikap dan tidak membiarkan kondisi berlarut-larut. DPRD Dumai punya kewenangan untuk mengusulkan penggantian kepala daerah, bila kepala daerah berhalangan tetap, seperti terserang penyakit yang diyakini sulit untuk disembuhkan.
(adi/dmz)
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Komentar
Berita Terkait
-
Politik
Hasil Survei Indikator: Pasangan Paisal-Sugiyarto Insya Allah Menang
-
Politik
Mengenal Lebih Dalam Tentang PDI Perjuangan
-
Politik
Ini Nomor Urut Parpol 2024 yang Wajib Kalian Ketahui
-
Politik
Hasil Survei Indikator, Prabowo Subianto Ungguli Ganjar dan Anies
-
Nasional
Putusan Mahkamah Konstitusi Soal Larangan Dinasti Politik Dinilai Keliru
-
Politik
Balon Walikota Dumai Abdul Kasim Janji Perjuangan Buruh Lokal

