• Home
  • Politik
  • Lima Komisioner KPU Dumai Terancam Dipecat

Lima Komisioner KPU Dumai Terancam Dipecat

Selasa, 10 Juni 2014 15:36 WIB

DUMAI - Uber Firdaus selaku pelapor dari DPC PDI Perjuangan Kota Dumai optimis jika lima komisioner KPU bakal dipecat dari jabatanya terkait pesoalan data-data siluman dalam Pileg yang tertuang dalam sidang ketiga dengan DKPP.

"Berulang kali saya memikirkan dari temuan kami, dan fakta persidangan. KPU Dumai kerap gagap. Tidak punya jawaban atas poin-poin laporan kita. Saya sangat yakin kelima komisoner diberhentikan," ujar Uber Firdaus, Selasa (10/6/14).

Beberapa poin laporan Uber terkait tidak singkronnya data pemilih, DPK dan perolehan calon. Sehingga ia sebagai Caleg PDIP yang diunggulkan duduk di DPRD Dumai terdepak, sebanyak 30 suara dari kompetitornya. 

"Hal tersebut jelas ada permainan angka dan perolehan hasil pemilu legislatif di Dumai. Ketika pleno rekapitulasi, semua saksi meminta kotak suara dibuka, namun KPU tidak mengindahkan. Mereka takut nanti kebenaran akan terlihat," katanya.

Menanggapi hal tersebut, Ketua KPU Dumai Darwis, mengatakan pihaknya optimistis berada dalam posisi benar. Sehingga, ia tidak takut dengan keputusan yang bakal dijatuhkan DKPP. "Kami siap terima keputusan DKPP. Kami menunggu keputusan itu," katanya. 

Menurutnya, jika pihaknya dipersalahkan dalam kasus pengaduan DPC PDIP ke DKPP terkait hasil Pileg 2014, kemungkinan sanksi yang akan diterima ada tiga. Pertama teguran, kedua peringatan tertulis dan ketiga pemberhentian.

"Selama kami tidak melaksanakan hal-hal yang salah menurut ketentuan, hati dan pikiran kami, saya yakin, DKPP akan sangat bijaksana dalam memberikan keputusan mengenai masalah ini," kata Darwis.

Darwis sendiri tetap ngotot apa yang sudah dilakukannya selama proses Pileg lalu sesuai ketentuan berlaku. Kendati dari lima komisioner KPU Dumai dan satu diantaranya melakukan pembelotan. Sikap itu ditunjukkan Abdul Gani sejak menolak menandatangani hasil pleno KPU Dumai selama Pileg 2014.***(adi)
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Tags Politik
Komentar