• Home
  • Politik
  • Pemilu 2014, Pemberian Caleg Dianggap Rezeki bagi Masyarakat Dumai

Pemilu 2014, Pemberian Caleg Dianggap Rezeki bagi Masyarakat Dumai

Senin, 31 Maret 2014 15:29 WIB
ilustrasi-ketua DPC PDIP Tangsel Bayu

DUMAI - Musim kampanye 2014, kebanyakan masyarakat ingin mendapatkan hadiah dari para caleg. Hadiah yang paling diinginkan adalah uang tunai. Selain itu baru sembako, atau pembagian hadiah lainnya berupa jilbab, mukena atau baju.

Seperti yang diungkapkan warga Dumai Kota, Junaidi. Ia mengaku sering mendapatkan hadiah dari cakeg, terlebih baju yang bergambar caleg. Namun, ia tidak berharap mendapatkan baju sebenarnya. 

Menurutnya, uang tunai dari caleg lebih bermanfaat untuk dirinya. "Kalau uang baru mantap, kalau baju kaos tipis caleg tu tak dikasih pun tak apalah. Dah banyak dah baju-baju caleg tu di rumah, jadi kain lap pun banyak," kata lelaki yang pekerja serabutan ini.

Ia mengatakan, saat musim kampanye banyak caleg yang membagi-bagikan baju. Namun, kalau untuk ikut kampanye, ia biasanya mendapatkan uang. "Itulah rezeki saat kampanye. Dapat uang baru ikut kampanye. Biasanya Rp 100 ribu," katanya.

Ia menerima pemberian caleg bukan dari satu caleg saja. Siapa saja caleg yang membagikan uang, ia akan terima. Sebab, ia mengaku pilihan tetap dalam hatinya. "Tidak ada doa menolak rezeki, pilihan itu kan dalam hati kita," katanya lagi.

Hal senada juga dikatakan Hamdan Mulyono. Tukang becak ini mau saja menempelkan stiker caleg di becaknya. Sebab, saat menempelkan stiker di becaknya, biasanya ia dikasih uang oleh tim caleg yang bersangkutan.

"Kami bekerja berapalah penghasilan, ada yang mengasih uang kadang memborong kami tukang becak tentu kami ikut. Tidak mungkin kami tidak ambil uang itu. Itulah rezeki kami," katanya.

Hingga saat ini, ia mengaku tidak tahu harus memilih siapa. Yang jelas, ia akan memilih caleg yang memperhatikan tukang becak seperti dirinya.
Berbeda dengan Andi Roni. 

Mahasiswa STIA Lancang Kuning ini justru menolak ikut menjadi tim caleg. Menurutnya, membagi-bagikan uang kepada masyarakat sebelum Pileg sama saja dengan membodohi masyarakat.

"Kalau begini-begini terus kapan mencerdaskan masyarakat. Semua caleg pakai umpan serak, ditebar-tebar uang dimana-mana. Harusnya caleg menyadari, hal tersebut bukanlah gaya politik modern. Itu sama saja melegalkan suap menyuap," ujar aktivisi HMI itu.***(adi)
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Tags Politik
Komentar