Kampar-Rohul Memanas,
Penjabat Gubri Bantah Lamban Tangani Sengketa Lima Desa
Sabtu, 01 Februari 2014 18:19 WIB
PEKANBARU - Penjabat Gubernur Riau (Pj Gubri) Djohermansyah Djohan membantah tudingan segelintir pihak, yang menyebutkan dirinya lamban dalam menangani masalah 5 desa yang disengketakan antara Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kampar dengan Pemkab Kampar.
"Penyelesaian masalah 5 desa ini bukan bisa diselesaikan satu atau dua hari. Coba saja lah kalau Anda berkelahi dengan istri. Seminggu belum tentu Anda bisa tidur di tempat tidur dia. Ini apalagi masalah daerah. Tapi saya kira, saya cukup cepat tuh," kilahnya saat ditemui wartawan di Gedung Daerah Pekanbaru.
Menurut Djo, dirinya termasuk cepat menangani konflik 5 desa itu. Ini bisa dilihat, kemarin Bupati Rokan Hulu (Rohul) Achmad belum bisa ketemu.
"Kemarin itu, ketemu kami sama Pak Achmad (Bupati Rohul, Red). Kami bicara skema penyelesaian (5 desa)-nya. Mudah-mudahan beliau mempelajari segera," ucapnya.
Setelah itu, kata Pj Gubri, Bupati Kampar dan Rohul bisa duduk bersama. Hasilnya nanti akan dibawa ke Dirjen Pemerintahan Umum Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) yang punya kompetensi.
"Insya Allah bisa kita selesaikan. Yang penting, semua kita menjaga diri jangan melakukan langkah-langkah yang dapat memperpanjang koflik itu," kata Djohermansyah lagi.
Terlepas soal itu, segelintir pihak menilai Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau lamban menangani konflik 5 desa. Sehingga muncul bentrok antara anggota Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Pemkab Kampar vs Satpol PP Rohul, baru-baru ini.***(son)
"Penyelesaian masalah 5 desa ini bukan bisa diselesaikan satu atau dua hari. Coba saja lah kalau Anda berkelahi dengan istri. Seminggu belum tentu Anda bisa tidur di tempat tidur dia. Ini apalagi masalah daerah. Tapi saya kira, saya cukup cepat tuh," kilahnya saat ditemui wartawan di Gedung Daerah Pekanbaru.
Menurut Djo, dirinya termasuk cepat menangani konflik 5 desa itu. Ini bisa dilihat, kemarin Bupati Rokan Hulu (Rohul) Achmad belum bisa ketemu.
"Kemarin itu, ketemu kami sama Pak Achmad (Bupati Rohul, Red). Kami bicara skema penyelesaian (5 desa)-nya. Mudah-mudahan beliau mempelajari segera," ucapnya.
Setelah itu, kata Pj Gubri, Bupati Kampar dan Rohul bisa duduk bersama. Hasilnya nanti akan dibawa ke Dirjen Pemerintahan Umum Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) yang punya kompetensi.
"Insya Allah bisa kita selesaikan. Yang penting, semua kita menjaga diri jangan melakukan langkah-langkah yang dapat memperpanjang koflik itu," kata Djohermansyah lagi.
Terlepas soal itu, segelintir pihak menilai Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau lamban menangani konflik 5 desa. Sehingga muncul bentrok antara anggota Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Pemkab Kampar vs Satpol PP Rohul, baru-baru ini.***(son)
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Komentar
Berita Terkait
-
Lingkungan
Bhabinkamtibmas Dorong Ketahanan Pangan Lewat Pekarangan Rumah di Dumai Kota
-
Hukrim
Kasat Reskrim Polres Siak Tinjau Korban Percobaan Pencurian di Kampung Dosan
-
Sosial
Bupati Siak Afni Dorong Penyelesaian Konflik HGU di Jakarta
-
Hukrim
Operasi Narkotika Diperketat di Bengkalis, Ratusan Pelaku Ditangkap
-
Hukrim
Kejari Bengkalis Musnahkan Barang Bukti 110 Perkara Inkracht
-
Lingkungan
Rumah Kompos Pekanbaru Dorong Pengurangan Sampah TPA Muara Fajar

