• Home
  • Siak
  • Festival Siak Bermadah Bikin Singapura Juara Zapin Kreasi Internasional

Festival Siak Bermadah Bikin Singapura Juara Zapin Kreasi Internasional

Arif Rahim Jumat, 13 Oktober 2017 17:19 WIB
Didampingi Wabup Siak, Alfedri, Bupati Siak Syamsuar serahkan piala juara lomba Zapin Kreasi Internasional di acara Siak Bermadah.
SIAK - Tak sia-sia datang jauh dari Singapura, Sanggar Seni Gentari meraih juara Zapin Kreasi Internasional yang ditaja Pemkab Siak melalui Dinas Pariwisata, dalam iven Festival Siak Bermadah di panggung Mahratu, tepian Sungai Jantan, Siak, Riau.

Bagaimana gerak, lenggok penari asal Singapura ini tentunya membuat undangan yang hadir di malam penutupan Festival Siak Bermadah, Kamis (12/10/2017) malam penasaran. Sehingga panitia memberikan kehormatan kepada tim Sanggar Gentari untuk menunjukan kebolehannya dalam berlenggok.

Bupati Siak, Syamsuar dan Wakil Bupati Siak Alfedri malam itu menyampaikan tahniah kepada tim sanggar dari negeri jiran ini. Begitu juga dengan tim sanggar seni asal Malaysia yang juga ikut berpartisipasi dalam rangkaian kegiatan festival Siak Bermadah.

Selanjutnya, panitia juga menyampaikan juara Pawai Budaya yang diikuti oleh Kecamatan se Kabupaten Siak. Dalam pawai budaya itu juara 1 diraih dari Dayun, Juara 2 Bungaraya, Juara 3 Mempura. Sementara untuk juara harapan 1, 2 dan 3 dari Siak, Sungai Apit dan Sungai Mandau.

"Pesan-pesan budaya yang muncul dari berbagai tampilan seni tradisi dalam perhelatan Festival Siak Bermadah ini, hendaknya menjadi pemersatu rumpun bangsa melayu," kata Wakil Bupati Siak, Alfedri saat penutupan Festival Siak Bermadah.

Dikatakannya, Budaya Melayu ialah payung negeri, tempat semua golongan dan suku bangsa bernaung, hidup dan berinteraksi dengan harmoni. Budaya telah mengajarkan kita makna keselarasan dan kekuatan persatuan akan perbedaan, sebagaimana peradaban orang-orang melayu zaman dahulu.

"Kita rumpun melayu teramat kaya dengan keunikan budaya masing-masing. Dari dalam daerah sendiri misalnya, kita saksikan betapa banyak tradisi, seni budaya, dan adat istiadat di tiap-tiap kecamatan yang unik dan memiliki nilai jual yang tinggi apabila dikemas dengan baik guna mendukung semangat daerah untuk memajukan sektor pariwisata," jelasnya, Kamis (12/10/17) malam di panggung Siak Bermadah.

"Kemarin kita lihat bersama, tradisi melayu tempo dulu telah memberikan edukasi penting bagi masyarakat luas yang turut menyaksikan. Disamping itu, beberapa variasi budaya juga tampak dalam akulturasi kebudayaan yang sejak lama telah ada di Kabupaten Siak," ujarnya menambahkan.

Seperti penampilan, Silat Melayu Siak sunting 12 masih lestari di Mempura, tradisi palang pintu Siak Sri Indrapura, tari gendong anak rawa masih ada di Sungai Apit, tradisi pengobatan suku sakai tampil dari Kandis. 

Tradisi persalinan tradisional memukau dari Sungai Mandau, Tradisi Marhaban dari Dayun, Tradisi mengarak khatam kaji dan legenda Panglima Misai dari Gasib, Permainan Gasing dari kerinci Kanan, serta berbagai tradisi masyarakat melayu lainnya.

"Terimakasih kepada seniman yang sudah hadir dan ikut memeriahkan Festival Siak Bermadah ini, baik itu kepadan tim kesenian dari Negeri jiran Malaysia dan Singapura, maupun kepada para seniman yang telah hadir mewakili beberapa provinsi tetangga," tutupnya.

(arf/grc)
Tags Budaya MelayuBupati SiakPemkab SiakTari ZapinWisata Siak
Komentar