2014, Jumlah Pasien Rawat Inap RSUD Dumai Lebihi Kapasitas
Selasa, 06 Januari 2015 16:20 WIB
DUMAI : Jumlah pasien yang mendapatkan perawatan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Dumai di tahun 2014 lalu mengalami peningkatan drastis. Sehingga, RSUD yang hanya memiliki 217 tempat tidur itu mengalami kelebihan kapasitas.
Direktur RSUD Dumai Dr.Syaiful mengatakan, sampai November 2014, jumlah kunjungan mencapai 71.424 pasien. Kunjungan itu terdiri dari pasien rawat inap dan rawat jalan. Tingkat hunian pasien rawat inap mencapai 13.072 orang, terhitung sejak Januari hingga November 2014 lalu.
Sementara pasien rawat jalan mencapai 58.352 orang dalam rentang waktu yang sama. Karena keterbatasan tempat tidur, pihak RSUD harus menyiasati agar bisa menampung seluruh pasien. Beberapa ruangan yang masih bisa dikondisikan, harus diisi, termasuk di lorong-lorong yang memadai.
"Dengan tingkat hunian yang dapat dikategorikan cukup padat tersebut, menyebabkan pasien kurang terlayani dengan baik. Namun tetap kita upayakan untuk melayani pasien semaksimal mungkin," katanya, Selasa (6/1/15).
Dikatakannya, kecenderungan meningkatnya hunian tahun 2014 tersebut masih dapat tertata dengan baik. Sebab, rujukan saat ini seiring dengan program BPJS Kesehatan. Karena program ini mengharuskan pasien dirawat dulu di Puskesmas.
Namun, yang menonjol ada pada kebidanan. Tahun 2013 tingkat hunian ruangan hampir 80 persen. Sementara tahun 2014 angka tersebut bisa ditekan, dengan mengoptimalkan bidan ditingkat puskesmas dan klinik-klinik.
Maka sistem rujukan mulai terbentuk, sehingga tingkat hunian (Bor) menjadi 60 persen. "Pengoptimalan PPK I, kontak pertama pasien dengan pelayanan kesehatan harus tetap dijaga. Karena perkembangan itu kini sudah mulai membaik," katanya.
Dijelaskannya, apabila tingkat hunian (Bor) sebuah rumah sakit mencapai 80 persen, berarti terjadi pembludakan pasien. Sedangkan di RSUD Dumai, terjadi beberapa tingkat hunian di atas 80 persen.
Di antaranya adalah ruang rawat inap A 100,06 persen, ruangan rawat inap B 94,82 persen, ruangan rawat inap D 82,32 persen serta paling tinggi ruangan VIP dengan Bor 103,99 persen. Sedangkan turn of interval adalah masa sebuah tempat tidur yang tidak diisi pasien dalam jangka waktu minimal 1x24 jam.
"Harusnya tempat tidur baru dianggap baik setelah dikosong dulu selama sehari. Tetapi, yang terjadi, kalau untuk rawat inap A, itu nol jam. Pasien belum keluar sudah standby pasien yang akan menggantikan," katanya.
Dengan kondisi tersebut, pihaknya berharap pembangunan ruang rawat inap bisa selesai sesuai waktu yang ditentukan. Sehingga, awal 2016 mendatang, lantai I pembangunan ruangan rawat inap dapat dimanfaatkan.
Selain itu, pihaknya juga berupaya menambah tenaga medis untuk melayani pasien. Selama 2014, pihaknya sudah mendatangkan 5 dokter spesialis. Sehingga, dokter spesialis sudah berjumlah 20 orang, ditambah dokter umum 15 orang.
Beberapa dokter spesialis di RSUD Dumai diantaranya adalah spesialis mata, kulit, obgyn, anatomi, bedah, anak. Syaraf, THT, penyakit dalam, ortopedi, radiologi, anastesi dan patologi klinik serta paru dan jiwa. "Kita akan terus berupaya untuk menambah dokter spesialis, agar segala kebutuhan pasien dapat terlayani dengan baik," tutupnya.
(adi/adi)
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Komentar
Berita Terkait
-
Pendidikan
5 Tips Bijak Bermedia Sosial Ala Remaja Terbaru 2024
-
Hiburan
Via Vallen Teriak Histeris Dengar Suara Rintihan Saat Live IG
-
Sosial
Mensos Bersama Gubernur Riau Kunjungi Balai Abiseka Pekanbaru
-
Sosial
Menteri Sosial Minta Bank Buka Blokir Kartu Bansos di Riau
-
Lingkungan
Upaya Pemerintah Dalam Pelaksanaan Perhutanan Sosial Riau
-
Ekbis
Gubernur Riau Promosikan Produk UMKM Masyarakat Lewat Medsos Pribadinya

