• Home
  • Hukrim
  • Bencana Didominasi Kasus Karhutla dan Kebakaran Hunian

Catatan BPBD Dumai Selama 2014

Bencana Didominasi Kasus Karhutla dan Kebakaran Hunian

Selasa, 06 Januari 2015 16:17 WIB
DUMAI : Selama kurun waktu tahun 2014 lalu, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Dumai mencatat telah menangani berbagai macam kejadian bencana yang terjadi diwilayah kerjanya.

Bencana tersebut diantaranya adalah kebakaran hutan dan lahan, anak tenggelam, kebakaran kapal, kebakaran pemukiman dan hotel, serta angin puting beliung.

Kepala BPBD Tengku Izmet, mengaku sepanjang tahun 2014, BPBD Kota Dumai tercatat telah menangani sebanyak 231 kejadian atau kasus, yang di dominasi oleh kasus kebakaran hutan dan lahan dan kebakaran hunian maupun perhotelan.

"Sepanjang tahun 2014 tercatat kasus yang telah ditangani oleh BPBD diantaranya, kebakaran hutan dan lahan sebanyak 201 kasus, anak tenggelam 3 kasus, kebakaran kapal 3 kasus, kebakaran pemukiman dan hotel 22 kasus, serta angin puting beliung sebanyak 2 kasus," katanya, Selasa (6/1/15).

Menanggapi atas maraknya kasus kebakaran hutan dan lahan, Izmet mengaku akan melakukan upaya untuk meminimalisir kejadian tersebut dengan mengkoordinasikannya dengan instansi terkait lainnya, yang khususnya dalam hal tersebut ialah Dinas Kehutanan.

"Kita juga akan melakukan upaya dengan melakukan sosialisasi dan koordinasi degan pihak Kecamatan, dan memang saya sudah buat jadwal bahwa dalam waktu dekat akan melakukan koordinasi dengan seluruh pihak Kecamatan yang tersebar di Kota Dumai," katanya.

Koordinasi yang paling intens dilakukan pihaknya itu diutamakan di Kecamatan Sungai Sembilan dan Kecamatan Medang Kampai yang memang masih menjadi titik rawan dalam kasus kebakaran hutan dan lahan setiap tahunnya.

Sosialisasi dan koordinasi tersebut akan gencar dilaksanakan oleh BPBD Kota Dumai dengan target, dapat meminimalisir dan mengoptimalkan agar Kota Dumai tidak disebut-sebut lagi sebagai Kota 'Pengekspor Asap'.

"Mudah-mudahan dengan adanya program yang telah terjadwalkan ini, dapat tersentuh langsung oleh masyarakatnya, serta nantinya kita juga akan menghimbau kepada perusahaan-perusahaan yang berada didaerah sekitar untuk saling bahu-membahu meminimalisir masalah yang masih menjadi tantangan terbesar Kota Dumai hingga saat ini, dan kita juga ingin menjalankan kerjasama," ungkapnya.

Izmet mengaku, 80 persen dari sekian banyak kasus yang tercatat atas kebakaran hutan dan lahan adalah disengaja. Hal itu disebabkan karena pembersihan lahan dengan cara membakar lahan tersebut merupakan suatu solusi pembersihan lahan yang paling efektif serta pengerjaannya yang relatif mudah.

"Ya memang selain itu juga mungkin disebabkan oleh sistem komunikasi dan patroli yang tidak efektif," sebutnya.

Namun Izmet tetap optimis hal tersebut dapat ditanggulangi bersama antara BPBD, Dinas Kehutanan, Masyarakat Sekitar, serta instansi terkait lainnya termasuk perusahaan. "Ya minimal cara terampunya adalah sekecil apapun api tersebut, segeralah lakukan pemadaman dengan cara melakukan pemadaman dini," pungkas Izmet.

Izmet juga menyatakan bahwa mulai awal tahun 2015 hingga kini belum ada catatan kejadian atau kasus yang dihadapi. Diharapkannya, sepanjang tahun 2015 hingga seterusnya tidak ada musibah yang akan menimpa Kota Dumai khususnya masyarakat.

(adi/adi)
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Tags Hukrim
Komentar