27 Desa Sudah Menerapkan Stop BAB Sembarangan di Rohul
Kamis, 19 Desember 2013 15:09 WIB
ROKAN HULU - Sejak tahun 2008 sampai 2012 lalu, sebanyak 27 desa dari 84 desa yang mendapatkan perlakuan program Pansimas atau program sanitasi berbasis masyarakat di Kabupaten Rokan Hulu sudah menerapkan program "Stop Buang Air Bersih (BAB) Sembarangan".
"Kita hanya mendukung program sanitasi berbasis masyarakat yang dilakukan instansi lain. Program Stop BAB Sembarangan mengikuti Program Pamsimas," jelas Kepala Dinas Kesehatan (Diskes) Rohul dr H Wildan Asfan Hasibuan M.Kes di Pasirpangaraian, Kamis (19/12/2013).
Wildan mengakui, beberapa desa dari 27 desa yang sudah menerapkan "Stop BAB Sembarangan" pernah menjadi terbaik di Provinsi Riau. "Setiap tahunnya jumlah desa yang menerapkan program ini terus bertambah. Terbanyak ada di Kecamatan Rambahsamo dan Pagarantapah Darussalam masing-masing tiga," ujarnya.
Dia menambahkan, 27 desa yang mendapatkan program Pansimas sejak tahun 2008-2012 terdiri tahun 2008 ada 9 desa yang mendapatkan Pansimas, 2009 ada 15 desa, 2010 ada 13 desa, 2011 ada 14 desa, dan tahun 2012 ada 18 desa. Namun, dari beberapa desa itu, baru 27 desa yang sudah menerapkan Stop BAB Sembarangan meliputi tahun 2008 ada 5 desa, 2009 ada 9 desa, 2010 ada 7 desa, 2011 ada 4 desa, dan tahun 2012 lalu hanya 2 desa.
"Sudah hampir 35 persen, persentase desa yang sudah menerapkan Stop BAB Sembarangan dari 153 desa/ kelurahan. Selebihnya, terus dimonitoring untuk dilakukan percepatan-percepatan dalam penerapan program ini," terang Wildan.
Untuk penilaian desa yang sudah menerapkan Stop BAB Sembarangan sendir, jelas Kadiskes Rohul, ada tim yang akan melakukan survey melalui pendataan tentang perlakuan masyarakat, seperti BAB sembarangan di sungai atau di perkebunan.
"Jika sudah tradisi turun temurun, ini sulit dihilangkan, sebab itu perlu sosialisasi rutin. Titik beratnya, ada di perlakuan warga dalam menerapkan program," tandas Wildan.***(zal)
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Komentar
Berita Terkait
-
Ekbis
6 Pilihan Popok Sweety Sesuai Kebutuhan Si Kecil, Mana yang Cocok untuk Anak Anda?
-
Sosial
Hari Raya Waisak 2026 Jadi Bukti Kokohnya Kerukunan Umat Beragama di Indonesia
-
Politik
Hewan Kurban Presiden di Dumai, Sapi Samson 950 Kilogram Jadi Kebanggaan Peternak Lokal
-
Sosial
Hari Kenaikan Yesus Kristus 2026, Menag Ajak Perkuat Harmoni dan Persatuan
-
Lingkungan
Bhabinkamtibmas Dorong Ketahanan Pangan Lewat Pekarangan Rumah di Dumai Kota
-
Ekbis
Hari Buruh Internasional 2026, Prabowo Resmikan UU Perlindungan Pekerja Rumah Tangga

