Antisipasi Kenakalan, Orang Tua Diminta Lebih Dekat pada Anak
Kamis, 04 September 2014 15:41 WIB
DUMAI - Menyikapi masalah kenakalan remaja yang kerap terjadi saat ini, Sekretaris Lembaga Perlindungan Anak (LPA) menghimbau kepada seluruh orang tua agar dapat lebih mengakrabkan diri kepada anak dengan melakukan pendekatan kasih sayang.
"Karena jiwanya seorang remaja adalah jiwa yang sedang bergejolak dan lebih menantang, maka dari itu orang tua harus lebih memperhatikan anak-anaknya dan mencoba untuk mengakrabkan diri guna mendengar keluhan terhadap masalah yang dihadapinya saat ini. Dan ini sangat berpengaruh kepada pendidikan mental remaja," ungkap Sekretaris LPA, Surniati, Kamis (04/09).
Selain itu, orang tua juga mempunyai kewajiban untuk mengajarkan dan menanamkan nilai-nilai keagamaan kepada anaknya. Karena dengan ditanamkan nilai keagamaan, nantinya jika anak mengalami masalah ataupun dilema ia akan dapat mengatasi masalah itu dengan hati dan jiwa yang tenang karena ia selalu mendekatkan diri kepada Sang Pencipta-Nya.
Dan diharapkan agar orang tua untuk terus melakukan pendekatan dan terus memberikan pendidikan tentang nilai-nilai keagamaan, sosial, maupun hukum. Karena ini memang sudah menjadi tanggung jawab orang tua untuk mendidik anak-anaknya, dan mendidik anak itu tidak ada batasnya bahkan hingga ia telah tumbuh dewasa sekalipun.
"Mari kita tanamkan nilai-nilai keagamaan, sosial, maupun hukum kepada anak-anak kita sejak dini. Dan ini dilakukan harus menggunakan pola asuh orang tua yang baik, karena jika kita terus mengajarkan dan memberi contoh perbuatan positif terhadap anak, maka ini juga akan berimbas kepada sikap anak. Karena anak ini merupakan cerminan orang tua," sebutnya.
Pola asuh yang digunakan orang tua untuk mendidik anaknya haruslah yang sudah terprogram, terarah, dan bertujuan. Karena saat ini pola didik yang keras itu tidak akan membuat anak menjadi jera, justru hanya akan membuat memori anak mengecap negatif perilaku orang tua kepada anak.
"Saat ini sudah tidak jamannya lagi mendidik anak menggunakan kekerasan, karena itu hanya akan membuat memori anak mengecap orang tuanya sebagai sosok yang menakutkan. Tapi mulailah dengan pendekatan kasih sayang, tetapi bukan berarti terlalu memanjakannya. Karena orang tua tetap harus menanamkan nilai kemandirian agar kelak anak dapat menyelesaikan segala sesuatunya sendiri dan menjadi anak yang bermanfaat," ujarnya.
Tak lupa pula untuk memberikan dorongan motivasi terhadap anak tentang gambaran masa depan, dan ini harus dilakukan dengan komunikasi secara rutin. Sebab, pola asuh yang akan kita ajarkan terhadap anak haruslah terprogramkan. Agar anak dapat melakukan persiapan untuk meraih cita-citanya yang tinggi itu sejak saat ini.
"Dan untuk menuju kota Dumai yang lebih baik lagi, marilah kita sesama antar dewasa membiasakan melakukan teguran-teguran sebagaimana kita menegur anak sendiri tanpa membeda-bedakan agama, suku, dan lain sebagainya jika memang ada remaja atau adik-adik kita yang melakukan penyimpangan sosial," tutupnya.***(via)
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Komentar
Berita Terkait
-
Lingkungan
Bhabinkamtibmas Dorong Ketahanan Pangan Lewat Pekarangan Rumah di Dumai Kota
-
Hukrim
Kasat Reskrim Polres Siak Tinjau Korban Percobaan Pencurian di Kampung Dosan
-
Sosial
Bupati Siak Afni Dorong Penyelesaian Konflik HGU di Jakarta
-
Hukrim
Operasi Narkotika Diperketat di Bengkalis, Ratusan Pelaku Ditangkap
-
Hukrim
Kejari Bengkalis Musnahkan Barang Bukti 110 Perkara Inkracht
-
Lingkungan
Rumah Kompos Pekanbaru Dorong Pengurangan Sampah TPA Muara Fajar

