BKB-P3A Dumai Berperan Aktif Selesaikan Kasus Kekerasan Anak
Minggu, 08 Maret 2015 16:06 WIB
DUMAI - Badan Keluarga Berencana Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (BKB-P3A) Kota Dumai, kerap berperan aktif dapat menyelesaikan kasus kekerasan anak di Kota Dumai.
Demikian seperti apa yang disampaikan oleh Kepala BKB-P3A Kota Dumai melalui Kepala Bidang Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PP dan PA) Irfan Wayudi S,Km, Ahad (8/3/15).
Irfan mengatakan, guna mendampingi anak pelaku dan korban kekerasan terhadap anak, PP dan PA Kota Dumai telah bekerjasama dengan pihak Polres Dumai untuk selalu mengupayakan langkah diversi atau perdamaian dan berharap tindak tersebut tidak berujung pada hukuman pidana.
Hal tersebut tentunya mengingat kondisi dan usia anak yang memang masih berada diusia dibawah umur yang tentunya masih membutuhkan bimbingan dan pengawasan dari orangtua dan lingkungan sekitar.
"Sejauh ini, kita selalu berperan aktif dalam menyelesaikan kasus anak-anak di Kota Dumai khususnya yang masih dibawah umur, langkah diversi atau langkah perdamaian yang kita lakukan agar anak tersebut tidak mendapatkan hukuman pidana," jelasnya.
Olehkarena anak diusia masih dibawah umur masih sangat membutuhkan bimbingan orang tua dan terlalu dini untuk mendapatkan hukuman pidana yang akan menjadi beban moril tersendiri bagi diri anak tersebut," kata Irfan.
Ditambahkan Irfan, langkah diversi ini juga diambil berdasarkan peraturan perundang-undangan tentang erlindungan anak yang telah diterbitkan melalui Komisi Perlindungan Anak (KPA) Pusat. Sementara itu kota Dumai sendiri juga telah mempunyai Perda tentang perlindungan anak tersebut.
"Diversi ini tentunya mempunyai dasar-dasar hukum yang jelas dan telah diatur oleh UU Perlindungan Anak dan Perda Kota Dumai tentang Perlindungan Anak, menyusul agar terwujudnya Kota Dumai sebagai Kota Layak Anak," tuturnya.
Kedepannya Irfan berharap, dengan dilakukannya bimbingan dan pengajaran melalui langkah-langkah diversi tersebut dapat menjadi pelajaran tersendiri bagi anak-anak di Kota Dumai dan berfikir panjang untuk membuat tindakan kriminal.
"Kita berharap, langkah diversi ini memberikan pelajaran dan pemahaman tersendiri bagi anak-anak di Kota Dumai, dan berfikir panjang kembali untuk tidak melakukan tindak kriminal," tutupnya.
(adi/adi)
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Komentar
Berita Terkait
-
Pendidikan
5 Tips Bijak Bermedia Sosial Ala Remaja Terbaru 2024
-
Hiburan
Via Vallen Teriak Histeris Dengar Suara Rintihan Saat Live IG
-
Sosial
Mensos Bersama Gubernur Riau Kunjungi Balai Abiseka Pekanbaru
-
Sosial
Menteri Sosial Minta Bank Buka Blokir Kartu Bansos di Riau
-
Lingkungan
Upaya Pemerintah Dalam Pelaksanaan Perhutanan Sosial Riau
-
Ekbis
Gubernur Riau Promosikan Produk UMKM Masyarakat Lewat Medsos Pribadinya

