Dialokasikan Rp 70 Miliar
Bangun Desa, PMM Program Baru Pemkab Meranti
Selasa, 10 Maret 2015 14:55 WIB
MERANTI - Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti mulai tahun 2015 ini akan menerapkan pola baru dalam membangun pedesaan.
Pola pembangunan yang mengadopsi dari Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat Mandiri Pedesaan (PNPMMPd) tersebut diberi nama Program Meranti Mandiri (PMM).
Bupati Kepulauan Meranti, Drs H Irwan MSi melalui Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa (BPMPD), Drs Ikhwani yang dikonfirmasi, Senin (9/3) kemarin menjelaskan bahwa untuk melaksanakan program tersebut, Pemkab Kepulauan Meranti telah mengalokasikan anggaran sebesar 70 miliyar rupiah.
Anggaran diluar alokasi ADD setiap tahun biasanya itu akan dibagi dengan 101 desa dan kelurahan yang ada di wilayah kepulauan Meranti. "Masing-masing desa akan menerima berkisar Rp700 juta," kata dia.
Meski kewenangan dalam melaksanakan PMM diberikan kepada Kepala Desa, namun pengawasannya tetap dilakukan.
Pelaksana PMM nantinya diberikan kepada Organisasi Kelompok Kerja Masyarakat (OKKM), yang berada di bawah koordinasi pemerintahan desa. Namun, kinerja OKKM tetap di bawah pengawasan fasilitator kecamatan dan kabupaten.
"Setiap Kecamatan kita tempatkan 3 fasilitator yang bertugas mengawasi kinerja OKKM. Untuk di tingkat kabupaten juga ada sebanyak 3 fasilitator yang bertugas berkoordinasi dengan fasilitator kecamatan," katanya.
Tiga orang fasilitator tersebut, kata Ikhwani, bertugas sebagai fasilitator keuangan, pemberdayaan, dan teknik. Fasilitator kecamatan bertanggung jawab kepada fasilitator kabupaten, sedangkan fasilitator kabupaten bertanggung jawab dengan BPMPD.
Ikhwani juga mengakui bahwa PNPMMPd merupakan program yang sangat efektif diterapkan di daerah berpulau seperti Meranti. Karenanya, meski pada tahun ini program tersebut telah dihapus, namun Pemkab Meranti tetap mengadopsinya karena program tersebut dinilai sangat efektif dalam membangun pedesaan.
"Berdasarkan hasil evaluasi kita dalam beberapa tahun ini, pola pembangunan melalui PNPMMPd sangat efektif. Makanya walaupun dihentikan, kita tetap memakai polanya dengan melaksanakan program tersebut yang berganti nama, namun tetap dilaksanakan dengan SDM yang telah terbangun dan tersusun selama ini di Meranti," terangnya.
(fan/fan)
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Komentar
Berita Terkait
-
Pendidikan
5 Tips Bijak Bermedia Sosial Ala Remaja Terbaru 2024
-
Hiburan
Via Vallen Teriak Histeris Dengar Suara Rintihan Saat Live IG
-
Sosial
Mensos Bersama Gubernur Riau Kunjungi Balai Abiseka Pekanbaru
-
Sosial
Menteri Sosial Minta Bank Buka Blokir Kartu Bansos di Riau
-
Lingkungan
Upaya Pemerintah Dalam Pelaksanaan Perhutanan Sosial Riau
-
Ekbis
Gubernur Riau Promosikan Produk UMKM Masyarakat Lewat Medsos Pribadinya

