Bappeko Dumai: IPM Mengalami Kemajuan Pesat
Selasa, 21 Oktober 2014 20:40 WIB
DUMAI - Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Kota (Bappeko) Dumai, Marjoko Santoso mengatakan, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) atau Human Development Index (HDI) sebagai indikator keberhasilan upaya membangun kualitas hidup manusia banyak mengalami kemajuan dalam beberapa tahun terakhir.
Data Badan Pusat Statistik (BPS) 2013 menyebutkan, IPM Dumai mencapai 78,73, dan mengalami peningkatan sebelumnya dari 78,25. Indeks ini didasarkan tiga parameter, yaitu angka harapan hidup, pencapaian kesehatan, pendidikan dan daya beli masyarakat atau faktor ekonomi.
"Program prioritas pembangunan daerah dalam kurun waktu terakhir menunjukkan kemajuan yang baik, pencapaian Dumai jauh lebih tinggi dibanding IPM Riau yaitu sebesar 76,91 dan juga IPM Nasional 73,29. Kita nomor dua terbaik di Riau," kata Majoko, Selasa (21/10/14).
Mantan Kadiskes Dumai ini menjelaskan, dalam beberapa tahun sebelumnya, IPM Dumai 2009 berada pada angka 77,3, dan 2010 meningkat jadi 77,75, kemudian 2011 78,25 dan pada 2012 mencapai 78,25. "Ini merupakan kemajuan yang membanggakan bagi Dumai," katanya.
Menurutnya, terjadinya peningkatan IPM ini tidak terlepas dari keberhasilan kinerja pembangunan manusia yang dilaksanakan pemerintah daerah terkait kapasitas dasar penduduk yang meliputi kesehatan, pendidikan, dan ekonomi.
"Indeks pembangunan manusia secara umum terus meningkat, dan ini menandakan kondisi perekonomian daerah dan masyarakat terus membaik dengan pertumbuhan ekonomi per tahun rata-rata mencapai 8 persen dalam empat tahun terakhir," jelasnya.
Marjoko melanjutkan, pertumbuhan ekonomi sebagai syarat penting pembangunan manusia akan berdampak terhadap perbaikan dan peningkatan kapasitas dasar penduduk. Pemerintah kedepannya akan melaksanakan pemerataan distribusi pendapatan dan alokasi belanja publik secara konsisten.
"Pada 2013, angka harapan hidup masyarakat Dumai 71,64 tahun, angka kematian bayi sebesar 14,70/1.000 KH, angka kematian balita 16,90/1.000 KH, angka kematian ibu melahirkan 64,49/100.000, persentase balita dengan gizi buruk 0, dan persentase balita dengan gizi kurang 0,31 persen," jelasnya.
Ditambahkannya, angka tersebut menunjukan tingkat kesehatan warga di Kota Dumai cukup baik. Dan pembangunan SDM juga sangat penting, dan itu lebih penting dari pembangunan lainnya.
"Kalau kita bisa membangun SDM dengan baik swadaya masyrakat juga akan meningkat. Selain itu, meningkatnya daya beli masyarakat berarti pendapatan masyarakat juga sudah tinggi," pungkasnya.***(adv/hum/adi)
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Komentar
Berita Terkait
-
Hukrim
Kasat Reskrim Polres Siak Tinjau Korban Percobaan Pencurian di Kampung Dosan
-
Sosial
Bupati Siak Afni Dorong Penyelesaian Konflik HGU di Jakarta
-
Hukrim
Operasi Narkotika Diperketat di Bengkalis, Ratusan Pelaku Ditangkap
-
Hukrim
Kejari Bengkalis Musnahkan Barang Bukti 110 Perkara Inkracht
-
Lingkungan
Rumah Kompos Pekanbaru Dorong Pengurangan Sampah TPA Muara Fajar
-
Politik
DPRD Pekanbaru Desak Prioritas Drainase 2026

