Bau Kemenyan dan Keserupan Warnai Evakuasi Buaya di Dumai
Kamis, 05 Mei 2016 11:25 WIB
DUMAI - Ada kejadian aneh saat evakuasi buaya jenis muara yang menjadi peliharaan warga di Jalan Pemuda Gang Wakaf No.9 Kelurahan Pangkalan Sesai, Kecamatan Dumai Kota, Kota Dumai, Riau, Rabu (4/5/16) petang.
Dimana saat proses evakuasi berlangsung tercium bau kemenyan di dekat kandang buaya tersebut dan di ruang tengah rumah itu.
Aini yang merupakan anak pertama dari almarhum Muhammad Imran, sempat kesurupan. Dirinya diduga kesurupan oleh roh dari sang ayah almarhum Muhammad Imran, saat proses diikatnya buaya peliharaan ayahnya tersebut.
Bahkan, Zulkarnaen adik dari Aini terlihat berusaha mengobati kakaknya dengan membacakan doa dan memberikan air putih, saat duduk di teras rumah.
Yang menjadi perhatian warga saat melihat proses evakuasi buaya, Aini kembali kesurupan sambil berdiri dan melangkah ke arah buaya yang sudah berada di bak bagian belakang mobil.
"Belum lama ini kakak (Aini, red) pernah kesurupan oleh roh ayah saya. Berpesan agar Amat (buaya, red) tidak dijual atau dibunuh. Untuk itu saya lebih memilih Amat dikoneservasi oleh BBKSDA Riau," cerita Zulkarnaen.
Saat evakuasi, lanjutnya, dirinya melihat Aini berulang kali kesurupan dan berusaha diobatinya sendiri dari bacaan kitab suci Al-Quran dan memberikan minum air putih.
"Evakuasi ini perlu dilakukan. Karena kasihan Amat. Tempat dia hidup sangat kecil disamping rumah. Mudah-mudahan di tempatnya yang baru nanti, Amat bisa hidup lebih bebas dan bisa berkembang biak," tutup Zulkarnaen.
Evakuasi Buaya Bernama Amat Selama Dua
Tim dari Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau melalui Bidang KSDA Wilayah II Seksi Konservasi Wilayah IV, melakukan evakuasi buaya jenis muara di rumah almarhum Muhammad Imran.
Proses evakuasi buaya yang memiliki nama Amat ini, baru siap dilakukan pada pukul 18.15 WIB di rumah almarhum Jalan Pemuda Gang Wakaf, Kelurahan Pangkalan Sesai, Kota Dumai, Riau.
Tim yang berjumlah 7 orang, ekstra hati-hati dan tenaga saat berusaha mengikat mulut dan keempat kaki buaya. Bahkan saat berusaha diikat menggunakan tali, Amat (buaya, red) meronta-ronta, berusaha meloloskan diri dari ikatan itu. Tapi karena kandangnya yang kecil, evakuasi tidak berjalan mulus.
"Kita melakukan evakuasi ini berdasarkan instruksi dari Kepala BBKSDA Riau. Saat evakuasi kita juga menjaga bagaimana tidak membahayakan masyarakat sekitar. Alhamdulillah pukul 18.15 WIB, evakuasi selesai," kata Kepala Seksi Konservasi Wilayah IV, Muhammad Zanir.
Ia melanjutkan, pihak keluarga pun bisa sewaktu-waktu Amat di Kebun Binatang Kasang Kulim Kota Pekanbaru. "Kita akan merawat dan menjaga Amat, sebagaimana ia dirawat disini," ungkap Zanir mengakhiri pembicaraan.
(rdk/adi)
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Komentar
Berita Terkait
-
Tekno
Larry Page, Pendiri Google yang Misterius
-
Nasional
Kedua Orang Tua Pratu Wahyudi Syok Anaknya Ditemukan Meninggal
-
Hukrim
Tewas Padamkan Karlahut, Partu Wahyudi Gugur Dalam Tugas
-
Hukrim
Danrem 031/WB Tinjau Jasad Pratu Wahyudi di RSUD Dumai
-
Hukrim
Panglima TNI Tegaskan Pratu Wahyudi Gugur Dalam Tugas
-
Hukrim
Hilang Saat Padamkan Karlahut, Pratu Wahyudi Terancam Gagal Menikah

