• Home
  • Sosial
  • Bulog Dumai Distribusikan Raskin Mengadung Formalin?

Bulog Dumai Distribusikan Raskin Mengadung Formalin?

Senin, 02 Juni 2014 18:26 WIB
SELATPANJANG - Ribuan warga di Kabupaten Kepulauan Meranti yang mendapatkan jatah beras miskin mengaku cemas setelah ditemukannya beras raskin mengandung bahan pengawet formalin. 

Dimana beras raskin itu didistribusikan Badan Urusan Logistik (Bulog) Sub Drive Dumai, sejak beberapa hari lalu di beberapa kecamatan dan kelurahan yang ada di Kabupaten Kepulauan Meranti.

Terindikasinya adanya bahan pengawat formalin itu diungkapkan salah seoerang warga Sendahur Rangsang Pesisir, M Nur (67). Dia  mengaku sudah menerima beras raskin yang dialokasikan pemerintah pusat tersebut. 

Menurut pengakuan pria dengan 7cucu ini, kondisi raskin yang diterimanya memang kurang bagus. Meskipun kondisi raskin tidak hancur, namun raskin yang diterimanya berwarna agak kekuning-kuningan dengan bau apak dan agak asam menyengat. 

Meskipun kondisi raskin tidak hancur, namun raskin yang diterimanya berwarna agak kekuning-kuningan dengan bau apak dan agak asam menyengat. Terlepas apakan raskin tersebut mengandung pengawet formalin, atau tidak dirinya kurang tahu persis. 

“Sebagai masyarakat awam, kami jelas tidak tahu ada tidaknya kandungan formalin dalam beras raskin tersebut. Kalau memang benar, jelas mayarakat tidak akan mau," katanya. 

Dijelaskannya, bagaimana bisa memastikan bahwa raskin yang diterima tersebut mengandung formalin. Untuk itu, pihaknya minta agar Pemkab Meranti segera melakukan pengujian sampel raskin ke BPOM. 

Raskin yang diterima masyarakat Desa Sendahur dan Kedaburapat, memang dalam kondisi yang sama agak ke kekuning-kuningan dan baunya agak apak masam. Meskipun demikian, karena masyarakat tidak tahu dan sayang untuk dibuang, raskin tersebut tetap di ambil.

"Untuk memutihkan kembali warna beras raskin tersebut, kita antar kemesin penggilingan untuk diolah kembali. Hasilnya, memang lebih putih dan bau apak asamnya juga berkurang," kata salah seorang warga lainnya.

Atas kejadian itu pula, Bupati Kepulauan Meranti Irwan Nasir meminta kepada aparatur pemerintahan untuk menarik kembali beras raskin yang sudah didistribusikan ke setiap kecamatan dan kelurahan. 

Sebab, kandungan formalin yang dijadikan bahan pengawet beras raskin agar tidak berkutu ini, dikhawatirkan akan memberikan dampak buruk pada kesehatan masyarakat bisa menimbulkan keracunan.

"Kita sudah perintahkan pada Sekdakab Meranti untuk menelurusi laporan ini secar cepat. Persoalan benar atau tidaknya, apapun alasannya masayarakat harus dilindungi untuk tidak mengkonsumsi raskin berformalin ini," tegas Irwan.

Menurutnya, kebijakan pemerintah dalam mengalokasikan raskin memang sangat diharapkan masyarakat miskin di Meranti. Apalagi dengan kondisi saat sekarang ini, dampak mitigasi karhutla menyebabkan kemampuan ekonomi masyarakat mulai menurun. 

Disisi lainnya, harga sembako juga mulai merangkak naik. Dengan kondisi ini, tentunya raskin menjadi tumpuan harapan masyarakat. Kalau raskin yang digelontorkan pemerintah menandung  formalin, situasi ini tentunya akan membahayakan dan mempersulit masyarakat.

"Sebagai bahan pengawet, formaslin jelas-jelas tidak untuk dikonsumsi dan bisa membahayakan kesehatan masyarakat. Untuk itu, Pemkab Meranti tidak mau mengambil resiko dnegan membiarkan mayarakat Meranti mengknsumsi raskin berformalin," katanya. 

Pihaknya juga tidak akan membiarkan masyarakat mengkonsumsi raskin berformalin. Konsekuensinya, Bupati minta klarfisikai dari pihak Bulog Dumai terkait raskin yang diduga mengandung formalin tersebut. 

"Kalau benar, kita akan tarik semua raskin berformalin tersebut dan minta tanggung jawab piak bulog untuk mengantinya dengan beras raskin baru yang benar-benar bebas pengawet formalin," beber Bupati Irwan.***(roy-fan)
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Tags Sosial
Komentar