• Home
  • Sosial
  • Bupati Kampar Panen Cabe Hasil Pelatihan Balai P4S

Bupati Kampar Panen Cabe Hasil Pelatihan Balai P4S

Selasa, 02 Desember 2014 17:59 WIB
KAMPAR : Bupati Kampar Jefry Noer didampingi Ketua TP-PKK Kabupaten Kampar Hj Eva Yuliana melihat secara langsung para petani cabe alumni P4S Kubang Jaya Angkatan IV, V dan VI di Desa Muara Jalai Kecamatan Kampar Utara yang sedang panen, Selasa (2/12/14). 

Saat tiba di lokasi Jefry Noer langsung menyampaikan bahwa tanaman cabe sebanyak 8000 batang yang dikelola kelompok Bonca Basmo ini masih menerapkan petani kampung karena dengan hasil panen kurang maksimal. 

"Sebab sudah sembilan kali panen hasil panen baru berkisar lebih kurang 1,2 ton lebih. Berarti kalau panen tinggal setengah lagi maka hasilnya jauh dari hasil maksimal yang diharapkan. Ini belum hasil yang maksimal, sebab hasil yang maksimal dari 8000 batang cabe mesti panen sebanyak 12 ton dengan 14 sampai 18 kali panen," terangnya. 

Disampaikannya, idealnya para alumni yang sudah mengikuti pelatihan P4S selama 15 hari itu, sudah menjadi petani profesional, bukan petani kampung yang menanam cabe tidak menggunakan rumus.

Kalau petani kampung tanam cabe di lahan seluas 1 hektar mau untung sedikit tidak apa-apa. "Perasaan mereka sudah banyak, padahal dengan banyak ditanam kurang pupuk dan saprodi serta kurang tenaga, maka tanaman banyak yang keriting dan mati," jelasnya. 

Mohon maaf berarti ini sepertinya masih menerapkan petani-petani kampung, memang sudah ditingkatkan dibandingkan para petani yang tidak mengikuti pelatihan P4S, tetapi belum maksimal baru setengah.

Hasil yang maksimal apabila berkebun cabe sesuai dengan rumus yang benar dalam 8000 batang cabe akan bisa menghasilkan 12 ton lebih, dengan 14 sampai 18 kali panen sampai dia mati nantinya dengan hasil panen perbatang sekali panen mencapai 1/2 Kg. 

Maka kedepan apabila ingin menanam cabe lagi mesti dengan rumus P4S yang sebenarnya sesuaikan modal dengan luas tana serta tenaga kerjanya, misal dengn modal uang Rp 28 juta itu bisa menanam cabe 4000 batang.

Oleh karena itu, apabila modal kurang dari Rp 28 juta tidak boleh ditanam cabe 4000 batang, misal modal Rp 14 juta tanamlah hanya 2000 batang dan apabila uang cuma Rp 7 juta tanamlah 1000 batang. 

"Dan untuk cabe 4000 batang maka tenaga kerjanya juga tidak boleh kurang dari 3 orang, kalau kurang dari 3 orang makanya setiap hari kurang epektif dalam penyiraman, kurang melihat penyakit-penyakit awal padahal ini sudah bisa diproteksi dari awal,"ungkapnya. 

Edi Suyanto selaku ketua kelopmpok mengatakan memang bagi kami hasil ini sudah baik, tetapi ternyata apabila kami bisa mengelola dengan pola rumus yang tepat seperti yang dikatakan Pak Bupati berarti kami belum sukses. 

"Karena apabila kami bisa maksimal akan bisa menghasilkan yang jauh lebih baik lagi, kedepan kami mohon bantuan modal untuk mengembangkan usaha cabe ini, disisi lain usaha ini sebelumnya kami hanya bisa meminjam dana dari Dewa sebesar Rp 75 juta untuk satu kelompok,"tuturnya.

(man/man)
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Tags Sosial
Komentar