• Home
  • Sosial
  • Bupati Kampar Sentil Kedisiplinan Kades dan Lurah

Bupati Kampar Sentil Kedisiplinan Kades dan Lurah

Minggu, 29 Desember 2013 14:17 WIB

PEKANBARU - Selama tiga hari, semua Kepala Desa dan Lurah se-Kabupaten Kampar dicekoki Bimbingan Teknis (Bimtek) Pengelolaan Keuangan Desa dan Kelurahan di Mutiara Merdeka Hotel Pekanbaru oleh Ikatan Akuntan Indonesia (IAI) wilayah Riau. 

Ketua IAI Riau M Ilyas mengatakan, peserta Bimtek itu berjumlah 150. 

“Kita berharap, kelak Kepala Desa dan Lurah paham membikin laporan pertanggungjawaban pengelolahan keuangan. Baik itu duit yang berasal dari PAD maupun duit dari APBD dan APBN,” katanya di sela-sela pembukaan Bimtek, Sabtu (28/12/13) malam. 

Bupati Kampar Jefry Noer datang langsung membuka bimtek itu. Sudah menjadi kebiasaan Jefry, kalau diundang, dia akan datang sesuai jam yang tertera di surat undangan. Tiba di tempat acara, Jefry melihat masih banyak para peserta bimtek yang duduk di lobby hotel. Ada pula yang lagi makan. 

Tak pelak, pas didaulat memberikan sambutan, omongan yang keluar dari mulut Jefry justru sentilan. 

“Saya minta semua kades disiplinlah. Bupati sudah sampai di tempat acara jam 19.30 wib, sesuai jam yang tertera di undangan, tapi para kades malah masih banyak yang di luar. Tolong yang disiplinlah. Sebab kedisiplinan itu awal dari keberhasilan. Para kades dan lurah harus punya semangat dan optimisme yang kuat untuk membangun desanya. Mulailah dari kebiasaan disiplin,” kata Jefry. 

Bagi Jefry, bimtek yang diikuti oleh para kades dan lurah adalah sebuah langkah awal yang baik. Sebab mereka tak pernah lepas dari laporan pertanggungjawaban keuangan. 

“Para Kades dan Lurah musti bisa bersinergi, menyatukan visi dan misi dalam membangun dan memajukan desa. Langkah awal tentu musti tertib dalam perencanaan pembangunan dan pengelolaan keuangan,” katanya. 

Lepas bimtek, Jefry berharap para kades dan lurah sudah bisa membikin pelaporan keuangan yang accountable, transparan dan sesuai undang-undang. 
“Jangan sampai ada kades dan lurah terlibat korupsi yang berujung masuk penjara. Sebab ke depan, duit untuk desa dan kelurahan jumlahnya akan semakin besar,” ujarnya.***(man) 
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Tags Sosial
Komentar