• Home
  • Sosial
  • Bupati Rohil Terkejut Warganya Bikin Geger Dunia Penerbangan

Penumpang Gelap Garuda Indonesia

Bupati Rohil Terkejut Warganya Bikin Geger Dunia Penerbangan

Rabu, 08 April 2015 18:28 WIB
ROKAN HILIR - Bupati Rokan Hilir Suyatno, mengaku terkejut mendengar ada warga asal Baganbatu, Kabupaten Rokan Hilir yang melakukan aksi nekad dengan cara menyelinap masuk ke celah roda pesawat Garuda Indonesia (GA177) dan ikut terbang dari bandara Sultan Syarif Kasim (SSK) II Pekanbaru sampai di bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Banten, Selasa kemarin.

''Kita tidak tahu motifnya apa untuk menjadi penumpang gelap. Jika hanya ingin menemui presiden Jokowi tidak seperti itu. Tindakan seperti itu sama saja ingin membunuh diri kita sendiri,'' kata Suyatno, Rabu (8/4) usai menghadiri acara pelantikan pramuka di Gedung serbaguna, Bagansiapiapi.

Jika keinginan Mario hanya untuk berjumpa Jokowi dengan menjadi penumpang gelap, kata Suyatno, sama saja perbuatan itu sia-sia. Karena harus melalui pengamanan, dan sudah tentu akan masuk daftar jadwal presiden yang padat. 

Mendengar pengakuan sementara Mario, Suyatno mengaku sangat prihatin. Dia mengingatkan agar masyarakat Rokan Hilir yang lain, tidak berbuat melewati batas kemampuan fisik dan keuangan jika hanya mempunyai motif ingin menjumpai pemimpin. Karena untuk menemuinya, harus melalui prosedur tertentu.

"Saya harap kepada seluruh lapisan masyarakat untuk tidak melakukan perbuatan nekat yang membahayakan. Kalau kita ingin bertemu dengan peting lebih bagusnya disampaikan kepada pemerintah daerah saja," jelas Suyatno.

Kemudian atas peristiawa itu, Suyatno berharap kepada pihak terkait untuk tidak memenjarakan warganya. Mengingat, keluarga Mario sangat mengharapkan anaknya untuk dibebaskan dan diantarkan pulang ke rumahnya di Bagan Batu.

"Cukup ini saja masalah, jangan sampai ada Mario kedua untuk melakukan tindakan nekat. Saya minta kepada agar warga saya itu tidak diproses secara hukum dan dipulangkan ke rumahnya. Kasihan dia," pungkasnya.

Sebelumnya, kondisi fisik Mario, warga Baganbatu, Kabupaten Rokan Hilir melemah setelah berada diketinggian 16 ribu kaki ketika menyelinap masuk kedalam roda pesawat. Aksi nekat yang ia lakukan itu membuat geger dunia penerbangan di tanah air.
 
Menurut pengamat penerbangan, Alvin Lie, kasus Mario merupakan kasus luar biasa dan persoalan serius untuk dunia penerbangan di Indonesia. Akibat tindakannya tersebut, Mario mengalami cidera dengan jari-jarinya membiru, telinga kiri berdarah. 

Sedangkan Tiar Sitanggang, ibunda Mario Steven Ambarita mengaku sampai saat ini belum bisa mengerti mengapa anaknya melakukan perbuatan senekat itu dengan cara menyusup ke lobang roda Pesawat Garuda Indonesia dan ikut penerbangan dari Pekanbaru ke Jakarta.

"Saya juga bingung, mengapa dia sampai seperti itu. Padahal, selama ini dia tak pernah membuat masalah, baik dengan lingkungan maupun teman-temannya," ujar Tiar yang dihubungi awak media yang kabaranya sedang berada di Baganbatu, Rokan Hilir, Rabu (8/4). 

Dikatakannya, sebagai ibu ia hanya bisa menangisi nasib yang menimpa anaknya. Ia berharap Mario dimaafkan dan tidak dihukum. "Saya minta bapak-bapak pemerintah memaafkan anak saya. Jangalah dia dihukum dan biarlah dia cepat pulang," harapnya. 

DiceritakanTiar, bahwa pad 31 Maret 2015 lalu, Mario yang baru pulang cari kerja ke Medan pamit mau ke Pekanbaru dengan tujuan sama. Mencari pekerjaan agar bisa membantu orang tuanya. Untuk itu, Tiar memberinya uang Rp300 ribu. 

"Sejak itu dia tak pernah menghubungi saya lagi. Sampai akhirnya ada masalah seperti ini, dan sekarang ini sedang berada di Jakarta dengan menumpang pesawat Garuda Indonesia melalui Bandara SSK II Pekanbaru itu," jelasnya. 

(rdk/yan)
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Tags
Komentar