• Home
  • Sosial
  • Camat Tasik Putripuyu Dapat Penghargaan Peduli Koperasi

Camat Tasik Putripuyu Dapat Penghargaan Peduli Koperasi

Rabu, 02 September 2015 20:05 WIB
MERANTI - Camat Tasik Putripuyu Kabupaten Kepulauan Meranti, Fakhrurrozi mendapatkan penghargaan dari Dinas Koperasi dan UMKM Provinsi Riau atas kepeduliannya dalam membina koperasi di kecamatannya. Tidak hanya membina, Camat ini juga membentuk 7 koperasi di kecamatan yang ia pimpin.

Penghargaan di berikan langsung oleh Direktur Bank BI Propinsi Riau Ismet Inono bersama Plt Gubernur Riau Drs. H Arsyad Juliandi Rahman pada peringatan hari puncak Koperasi ke 68 di Propinsi Riau di halaman Kantor Gubernur Riau, Selasa (1/9) kemarin.

Penghargaan juga diberikan kepada enam camat lainnya se Propinsi Riau, di antaranya camat Senapelan (Pekanbaru), Rambah (Rokan Hulu), Tapung Hulu (Kabupaten Kampar), Sentajo Jaya (Kuantan Singingi), Pangkalan Kerinci (Pelalawan), dan camat Bengkalis (Bengkalis).

Penghargaan yang diberikan berdasarkan SK Gubernur Riau No. Kpts.1022/III/2015 tanggal 10 Agustus 2015, penghargaan ini diberikan kepada Camat Peduli Pembinaan Koperasi yang telah mendorong untuk terbentuk dan perkembangan koperasi diwilayah kecamatan.

Fakhrurrozi mengatakan, penghargaan itu didapatkannya setelah 7 koperasi bentukannya yang tersebar di lima Desa tersebut ia berhasil mendapatkan omzet puluhan juta rupiah. Ia menjelaskan, Kabupaten Meranti saat ini cukup banyak koperasi yang hanya tinggal namanya saja. Oleh karena itu ia tergerak untuk membina dan menumbuh kembangkan koperasi di kecamatannya.

"Alhamdulillah dengan adanya penghargaan ini, tentunya menjadi motivasi kami dalam mengembangkan koperasi dan juga UKM, untuk meningkatkan taraf hidup masyarakat. Kami juga menginginkan dengan adanya koperasi dan UKM bisa meningkatkan taraf kehidupan anggota. Untuk kecamatan yang berdiri baru seumur jagung, hal ini merupakan satu yang luar biasa," kata camat yang akrab dipanggil Oji ini.

Sementara itu, terkait minimnya koperasi yang aktif di Kabupaten Kepulauan Meranti, Mizan Asnawi, Ketua Umum Dewan Koperasi Indonesia (Dekopin) Kabupaten Kepulauan Meranti, mengungkapkan keprihatinannya mengenai perkembangan perkoperasian di Meranti saat ini. 

Padahal, menurutnya, para pelaku usaha, bila tidak bergabung dalam koperasi maka sulit untuk bertahan."Dari 260 koperasi di Kepulauan Meranti hanya 92 koperasi yang aktif," ujarnya.

Mizan juga mengungkapkan kekhawatirannya menjelang MEA. Menurutnya, pelaku ekonomi Indonesia akan tertinggal karena perbedaan suku bunga yang jauh. Akibatnya, menurut Mizan, pelaku ekonomi Indonesia akan mengalami defisit lebih banyak.

Menurutnya, negara lain memiliki keuntungan dan kesempatan yang lebih besar karena tingkat suku bunga yang lebih rendah dibandingkan Indonesia. Dampak dari perbedaan tingkat suku bunga tersebut, biaya produksi negara lain menjadi lebih efisien. Ditambah dengan biaya birokrasi yang lebih efisien.

Ia menambahkan, pemerintah bertugas mendorong tumbuh kembangnya koperasi dan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) dengan mengoptimalkan seluruh potensi yang ada. Ia pun meminta agar Kepala SKPD atau Dinas yang membidangi Koperasi dan UKM Provinsi lebih serius melakukan pembinaan terhadap koperasi di daerah.

"Agar tidak seperti itu lagi, salah satu solusinya adalah dengan koperasi. Dengan koperasi, skala ekonomi bisa menjadi besar. Hal itu karena modal didatangkan dari internal sendiri, lewat simpanan-simpanan. Kalau koperasi itu ditinggalkan, maka dengan sendirinya kita akan kalah dibanding negara-negara ASEAN lainnya," ujarnya. 

(adv/hum/fan)
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Tags
Komentar