DPPKP Meranti Giatkan Masyarakat Konsumsi Pangan Lokal
Rabu, 05 Agustus 2015 17:35 WIB
MERANTI - Sampai saat ini rata-rata Provinsi Riau kekurangan 377 ribu ton beras per tahun. Langkah antisipasi perlu dilakukan oleh Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau dengan berbagai cara.
Salah satunya yang dilakukan Badan Ketahanan Pangan (BKP) dengan menyosialisasi dan mendorong masyarakat mengkonsumsi sagu sebagai makanan pengganti beras dengan tetap Beragam Bergizi Seimbang dan Aman (B2SA).
Selain mendorong penyediaan lahan pertanian dan perkebunan, untuk menutupi defisit beras tersebut, BKP Riau juga mengaku memang diperlukan upaya lain. Salah satunya kegiatan mempromosikan unggulan menu dan sumber daya pangan lokal.
Sebelumnya Dinas Pertanian Peternakan dan Ketahanan Pangan (DPPKP) Kabupaten Kepulauan Meranti telah melakukan berbagai upaya dalam menggalakkan pangan lokal pengganti beras, seperti lomba cipta menu berbahan dasar sagu.Dan sosialisasi kepada masyarakat supaya tidak bergantung terhadap beras.
"Kedepan kegiatan rutin kita dalam lomba cipta menu berbahan dasar sagu ini bisa dijadikan sebagai langkah menyiapkan makanan untuk pengganti beras,salain itu masyarakat Meranti juga sudah familiar terhadap sagu," kata Kepala DPPKP,Yulian Norwis Rabu (5/8).
Selain DPPKP, Dinas Kehutanan dan Perkebunan Meranti juga telah meghasilkan inovasi terbaru berupa beras analog. Jika beras dihasilkan dari tanaman padi lain halnya dengan beras analog bahan baku yang di gunakan berasal dari tepung sagu yang di proses menggunakan teknologi mesin ekstruder dari badan pengkajian dan penerapan teknologi BPPT pusat.
"Walaupun sagu dijadikan sebagai pengganti makanan pokok,namun tetap mengedepankan bagaimana menu yang ada bisa memenuhi gizi sempurna. Melihat berapa porsi karbohidrat, protein, sayuran, sehingga warga Meranti ke depan bisa semakin cerdas dan tetap sehat," kata pria yang akrab dipanggil Icut itu.
Saat ini kebutuhan beras masyarakat di Meranti setiap tahunnya diperkirakan mencapai 28.000 ton, sedangkan jumlah produksi para petani baru memenuhi 50 persen atau sekitar 13 ribu ton saja. Untuk sisa kebutuhan ton dipasok dari berbagai daerah seperti Jawa, Sumatera Barat, Malaysia dan Thailand.
(adv/hum/fan)
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Komentar
Berita Terkait
-
Sosial
Bupati Meranti Ajak Seluruh Masyarakat Dukung Program Pembangunan
-
Sosial
Bupati Meranti Klaim Sukses Turunkan Angka Kemiskinan Meski Anggaran Minin
-
Ekbis
Sekda Klaim Kemampuan Anggaran Pemda Kepulauan Meranti Memprihatinkan
-
Hukrim
Puluhan Pengunjukrasa Geruduk Kantor Bupati dan DPRD Meranti
-
Hukrim
Korupsi Dana Desa, Dua Oknum Kades di Kepulauan Meranti Menghilang
-
Sosial
Wabup Meranti Hadiri Peringatan Ke-71 Bhayangkara dan Sunatan Massal

