Gandeng Media Tak Jelas
KPU Dumai Tutupi Anggaran Publikasi dan Dokumentasi
Rabu, 05 Agustus 2015 17:31 WIB
DUMAI - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Dumai terkesan tutupi soal anggaran publikasi dan dokumentasi pada pelaksanaan Pilkada Serentak 2015. Kabarnya, KPU Dumai juga akan menggandeng media tidak jelas legalitasnya.
Hal itu terkuak ketika dikonfirmasi puluhan awak media baik cetak dan online yang ada di Kota Dumai, Rabu (5/8/15). Ironisnya lagi, media yang notabene selalu mengikuti kegiatan pelaksanaan tahapan proses Pilkada Dumai tidak digandengnya.
"Kita juga belum menentukan sistem yang tepat agar tidak ada pemilahan dan pembedaan untuk media yang dipilih," ujar Darwis, kehadapan puluhan awak media. "Kita mendapatkan anggaran publikasi dan dokumentasi Rp200 juta," jelasnya.
Padahal sudah jelas, perusahaan media yang memiliki kualifikasi sebagai perusahaan pers berhak untuk mendapatkan kuncuran dana sosialisasi dan publikasi serta dokumentasi pada pelaksanaan Pilkada Serentak 2015.
Lucunya lagi, ketika seluruh awak media cetak dan online terus-terus melontarkan pertanyaan, Ketua KPU Dumai Darwis, dengan tegas mengatakan bahwa dirinya juga dari media. Spontan, pernyataan itu langsung dipertanyakan beberapa awak media.
"Bapak ngomong dari media, apa media bapak, tolong jelaskan," tanya Jonli, wartawan media cetak di Kantor KPU Dumai. Darwis, langsung menunjukan wajah kebinggungan dan tidak bisa menjawab pertanyaan dari awak media. Malah dia akan melakukan sistem lelang dalam anggaran publikasi dan dokomentasi itu.
Sebelum mengakhiri, Ketua KPU Kota Dumai, Darwis menegaskan bahwa anggaran publikasi dan dokumentasi belum bisa digunakan. Selain itu, juga belum ditetapkan kemana akan digunakan anggaran yang dikucurkan Rp200 juta tersebut.
Parahnya lagi, dalam persoalan ini Ketua KPU Dumai Darwis, akan mengajak organisasi wartawan yaitu PWI Kota Dumai untuk mendudukan persoalan anggara publikasi dan dokumentasi. Spontan saja, puluhan awak media yang ada didalam ruang ketua KPU Dumai menolak keras.
"Disini tidak ada yang namanya organisasi wartawan. Disini adalah pekerja media dan soal anggaran ini bukan dominanya PWI. Organisasi kewartawanan ini fungsinya sebagai perkumpulan wartawan, bukan perusahaan pers," tegas, kalangan awak media kepada Ketua KPU Dumai.
(adi/adi)
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Komentar
Berita Terkait
-
Politik
Bupati Kasmarni Terima Audiensi dan Silaturahmi Ketua Bawaslu Bengkalis
-
Politik
Ini Nomor Urut Parpol 2024 yang Wajib Kalian Ketahui
-
Politik
KPU Tingkatkan Partisipasi Pemilih Lewat Desa Peduli Pemilu dan Pemilihan
-
Politik
Bawaslu Bengkalis Uji Petik Sejumlah Data Pemilih 2021
-
Politik
Hasil Pleno KPU Dumai, Paisal-Amris Pemenang Pilkada Dumai
-
Politik
Kapolda Riau Minta Penyelenggaraan Pilkada Kedepankan Prokes Covid-19

