Dampak Rasional Anggaran, Pembangunan Rumah Singgah Batal
Senin, 18 Mei 2015 09:25 WIB
PEKANBARU - Rencana Pemko Pekanbaru membangun rumah singgah untuk gelandangan dan pengemis (gepeng) terpaksa dibatalkan. Pasalnya, program tersebut masuk salah satu korban rasionalisasi (pemangkasan) anggaran tahun ini.
Hal itu disampaikan Walikota Pekanbaru, Firdaus di Pekanbaru. "Rencana pembangunan rumah singgah ini sulit dilaksanakan akibat rasionalisasi anggaran sebagai dampak berkurangnya Dana Bagi Hasil (DBH) dari pemerintah pusat," katanya.
Menurut Firdaus, lokasi pembangunan rumah singgah tersebut sudah disiapkan di Palas, Kecamatan Rumbai sekitar 3 hektar lebih. "Rumah singgah yang kita rencanan tidak hanya untuk gepeng dan anak telantar saja. Tapi untuk semua elemen yang berhubungan dengan masalah sosial, mulai dari gepeng, anak terlantar dan jompo," katanya.
Sejatinya, jelas Firdaus, tahun ini Dinas Sosial dan Pemakaman (Dinsoskam) Pekanbaru sudah menganggarkan dana Rp4 miliar untuk Detail Engineering Design (DED) atau perencanaan teknis dan master plan. Sementara anggaran untuk pembangunan fisik rencananya masuk APBD 2016 nanti.
"Tapi apa boleh buat, saat ini kita mengutamakan anggaran prioritas dulu," ungkapnya.
Seperti diberitakan, Pemko Pekanbaru harus memangkas program yang sudah direncanakan pada APBD 2015 ini hingga Rp470 miliar. Pemangkasan tahap pertama sebesar Rp270 miliar dan kedua Rp129 miliar.
"Masih ada sekitar Rp71 miliar lagi yang bakal dipangkas dari total keseluruhan yang harus dirasionalisasi Rp470 miliar," kata Sekretaris Daerah Kota (Sekdako) Pekanbaru, Syukri Harto, baru-baru ini.
(rdk/hrc)
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Komentar
Berita Terkait
-
Politik
DPRD Pekanbaru Sahkan Ranperda Keuangan dan Administrasi
-
Hukrim
Kinerja Tim Saber Pungli Pekanbaru Dipertanyakan
-
Kesehatan
Walikota Pekanbaru Bantah Pemberitaan Pejabat Pemko Keracunan Makanan
-
Kesehatan
Dinas Kesehatan Riau Siagakan Tim Medis 24 Jam Selama Lebaran
-
Ekbis
Dishub Pekanbaru Kembali Amankan Duaa Taksi Uber
-
Sosial
Gubri Minta Wako Pekanbaru dan Bupati Kampar Perbaiki Layanan Publik

