• Home
  • Sosial
  • Demi BBM Bersubsidi, Ribuan Masyarakat Rela Antri Panjang

Demi BBM Bersubsidi, Ribuan Masyarakat Rela Antri Panjang

Minggu, 14 September 2014 17:02 WIB

SELATPANJANG - Pasca Kelangkaan Bahan Bakar Minsyak (BBM) Jenis Premium bersubsidi sejak sepekan terakhir membuat ribuan masyarakat rela antri untuk mendapatkan BBM jenis Premium Bersubsudi tersebut. 

Pantauan riauheadline.com dilapangan, di beberapa agen pengencer BBM bersubsidi jenis peremium (besin) di jalan Banglas Kecamatan Tebing Tinggi  terlihat antrian panjang hingga ratusan meter dengan pengawalan serta pengamanan ketat dari pihak Keplosisian, Disprindag dan Satpol-PP.

Terjadinya antrian panjang hingga ratusan meter tersebut, disebabkan masyarakat kuatir tidak mendapatkan BBM Jenis Premium tersebut, sehingga mereka rela antri meskipun harus menunggu giliran cukup lama.

"Kalau tak mau antri kita kuatir tidak dapat membeli besin, sementara kita sangat membutuhkan BBM tersebut, apa lagi minyak yang ada di kendaraan sepeda motor kita juga tinggal sedikit," kata warga yang sedang ikut mengantri tersebut.

Dikatakan Mucklis, sebenarnya dia bukanya mau banyak akan tetapi berharap minyak ini sedia setiap hari sehingga pihaknya merasa nyaman saat beraktifitas setiap harinya dan tidak lagi memikirkan bensi habis.

Menurutnya, dengan antrian panjang seperti ini,  tentunya membuang waktu cukup lama, sehingga kegiatan lain jadi terhambat hanya dikarenakan untuk mendapatkan BBM. Sebaliknya, jika kita tidak mau antri sudah dipastikan aktifitas juga akan terhambat.

"Kita berharap Pemerintrah bisa mengatasi persolan BMM di Meranti, jika persolan ini tidak bisa diatasi maka beban masyarakat akan berat. Bagaimana masyarakat mau mendapatkan penghasilan lebih, minyak saja sulit didapatkan," katanya.

Sementara Kapolres Kepaulauan Meranti AKBP Zahwani Pandra Arsyad saat dikonfirmasikan melalui  Kabag Ops Kompol  La Gomo mengatakan, untuk mencipkan keamanan dan kenyamanan sekaligus guna memastikan BBM jenis Premium bersubsidi disalurkan kepada masyarakat sabtu (13/9) lalu menurunkan sebanyak 24 personil.

Sebanyak 24 personil yang diterjunkan itu merupakan gabungan Polres dan Polsek kecamatan Tebinggi, untuk memantau sekaligus untuk memastikan penyaluran BBM jenis premium tersebut tepat sasaran. 

"Kita menerjunkan sebanyak 24 personil untuk mengamankan 13 titik agen Pengecer, untuk  sabtu kemnarin saja sebanyak 31 drum BBM jenis premium yang disalurkan kepada masyarakat," katanya.

Dikatakannya, sebenarnya minyak tidak langka hanya saja ada keterlambatan, memang secara nasional ada kelangkaan, namun untuk kebutuhan lokal masih tepenuhi.

"Untuk itu kita himbau masyarakatr tidak kuatir akan kelangkaan BBM Premium, karena kebutuhan BBM untuk Meranti masih terpenuhi, soal terjadianya antrian panjang kemarin itu hanya karena masyarakat kuatir tidak mendapatkan minyak," sebutnya.***(fan)
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Tags Sosial
Komentar