- Home
- Lingkungan
- Penanggulangan Pasang Keling di Dumai Butuh Rp400 Miliar
Penanggulangan Pasang Keling di Dumai Butuh Rp400 Miliar
Minggu, 14 September 2014 17:12 WIB
DUMAI - Kepala Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kota Dumai Joni Amdani menyatakan, penanganan banjir di pemukiman dan ruas jalan akibat air laut melimpah ke daratan daerah itu diperlukan anggaran mencapai Rp 400 miliar.
"Dana yang tidak kecil ini untuk pembangunan turap di sepanjang Sungai Dumai, dan kita anggap sebagai solusi tepat penanggulangan banjir akibat pasang keling," katanya kepada kalangan awak media di Dumai, akhir pekan ini.
Disebutkannya, pemerintah kota (Pemkot) Dumai pada 2012 lalu telah menyiapkan rencana induk strategis penanggulangan banjir di seluruh wilayah rawan, namun sejauh ini masih terbentur kemampuan anggaran daerah.
Sehingga, upaya pengendalian genangan air yang kerap merendami ruas jalan dan pemukiman di kota ini harus dilakukan secara bertahap tiap tahun melalui berbagai kegiatan pembangunan yang dirancang pemerintah
Anggaran mencapai ratusan miliar tersebut, lanjutnya, belum termasuk pada pos pembiayaan ganti rugi lahan masyarakat yang terkena rencana pembangunan pemerintah.
Pihaknya juga terus mengupayakan dukungan anggaran dari pemerintah pusat dengan beberapa kali menyampaikan usulan, namun sejauh ini belum mendapat kepastian.
"Kita juga telah berkoordinasi dengan pemerintah propinsi untuk penanggulangan banjir ini, dan dalam waktu dekat kembali akan kita tindaklanjuti untuk kemungkinan didukung anggaran pada 2015 mendatang," jelasnya.
Melalui rencana pembangunan turap di sepanjang bantaran sungai, sebutnya, selain berfungsi menangkal naiknya air laut ke daratan, juga dimaksud untuk mencegah terjadinya sendimentasi atau pendangkalan.
Disamping itu, DPU juga akan melakukan penambahan satu unit pompa mobiler guna mengurangi debit air di daratan ketika terjadi banjir pasang. Sebelumnya meminimalisir banjir keling, Dinas PU Dumai juga telah membangun pintu air dan melakukan pengadaan 4 pompa air mobiler.
"Pintu air dan pompa ini sifatnya hanya penanganan sementara, kalau mau persoalan banjir pasang ini tuntas pembangunan turap di sungai harus direalisasikan,” tutupnya.***(adi)
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Komentar
Berita Terkait
-
Hukrim
Kasat Reskrim Polres Siak Tinjau Korban Percobaan Pencurian di Kampung Dosan
-
Sosial
Bupati Siak Afni Dorong Penyelesaian Konflik HGU di Jakarta
-
Hukrim
Operasi Narkotika Diperketat di Bengkalis, Ratusan Pelaku Ditangkap
-
Hukrim
Kejari Bengkalis Musnahkan Barang Bukti 110 Perkara Inkracht
-
Lingkungan
Rumah Kompos Pekanbaru Dorong Pengurangan Sampah TPA Muara Fajar
-
Politik
DPRD Pekanbaru Desak Prioritas Drainase 2026

