• Home
  • Sosial
  • Diduga Korban Calo, Imigrasi Siak Tolak 23 Pemohon

Diduga Korban Calo, Imigrasi Siak Tolak 23 Pemohon

Antara Riau Jumat, 26 Januari 2018 19:54 WIB
SIAK - Kantor Imigrasi Kelas II Kabupaten Siak, Provinsi Riau menolak permohonan pembuatan paspor dari 23 orang pemohon pada 2017 yang diduga akan menjadi tenaga kerja Indonesia nonprosedural.

Kepala Kantor Imigrasi Kelas II Kabupaten Siak Sjachril, di Siak, Jumat, mengatakan, untuk mencegah adanya indikasi penyelundupan dan perdagangan terhadap Tenaga Kerja Indonesia nonprosedural, pihaknya berkomitmen untuk memperketat pengawasan dan penindakan keimigrasian.

"Mayoritas dari mereka yang mengajukan berkas persyaratan izin pembuatan paspor adalah wanita asal Siak yang masuk ke dalam kategori usia produktif bekerja," katanya.

Dia mengatakan, penolakan permohonan pembuatan paspor dari 23 pemohon tersebut dikarenakan dokumennya tidak dilengkapi job order, dan rekomendasi dari Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI).

"Bagaimana mungkin mereka akan ke luar negeri untuk bekerja, sementara mereka tidak memiliki kontrak kerja dan surat rekomendasi dari BNP2TKI," sebutnya.

Menurutnya, mereka bisa saja menjadi korban dari para calo atau kelompok tertentu yang beralasan merekrut TKI untuk keuntungan. Karena tidak tertutup kemungkinan hal tersebut akan terjadi.

"Yang kita khawatirkan mereka nantinya mereka jadi korban penyelundupan dan perdagangan manusia," ucapnya lagi.

Sjachril menyebut, penolakan tersebut merupakan upaya penyelamatan terhadap calon TKI dari perdagangan organ manusia, seperti kasus -kasus yang pernah terjad. Untuk itu pihaknya memperketat prosedur sebelum penerbitan paspor, seperti dalam wawancara, sidik jari, dan sebagainya.

(ANTARA)
Tags CaloImigrasiPasport
Komentar