Dilengserkan dari Sekjen IKMPI, Siapa Gerangan Bukhori
Senin, 24 Februari 2014 11:52 WIB
PANGKALANKERINCI - Tiga Ikatan Mahasiswa Pelalawan (IMP) kabupaten Pelalawan sudah tidak mempercayai lagi, Bukhori sebagai Sekjen Ikatan Keluarga Mahasiswa Pelalawan Indonesia (IKMPI).
Bahkan ketiga organisasi ini yakni IMP Bandung, Jakarta dan Yokyakarta sudah membekukan kepengurusan Bukhori sejak Ahad kemarin. Siapakah sesungguhnya, sosok Bukhori ini, dan apa menjadi pemicuh mahasiswa ini marah besar terhadap yang bersangkutan. Berikut ini penulusuran riauterkini.
Informasi yang diperoleh riauterkini, Bukhori dikabarkan adalah mahasiswa Universitas Islam Riau (UIR). Namanya, tak begitu familiar dari kalangan mahasiswa Kabupaten Pelalawan. Namun sejak dua hari terakhir ini putra kelahiran Kecamatan Pangkalan Lesung tersebut justru naik daun, ketika tiga IMP menghempaskan dia dari kursi Sekjen IKMPI.
Hal yang paling fatal dilakukan oleh Bokhori selama menjabat menjadi sekjen IKMPI sebagai induk organisasi mahasiswa kabupaten Pelalawan se-Indonesia adalah tidak membangun komunikasi yang baik dengan IMP-IMP.
Bahkan, yang lebih buruk lagi, yang bersangkutan jelas sekali melanggar, Anggara Dasar dan Anggaran Rumah Tanggah organisasi. Disebut-sebut Bukhori berpolitik praktis pada Pemilu Legislatif.
Fakta ini jelas, mencedrai integritas IKMPI. Tidak itu saja, dibawa kepemimpinan dia aroma politik praktis merasuki organisasi mahasiswa sebagai induk organisasi mahasiswa Kabupaten Pelalawan.
Ditempat terpisah, Bukhori Sekjen IKMPI tidak bergeming. Nomor ponselnya, mati hidup paska dirinya diminta paksa oleh sejumlah IMP mundur dari jabatan Sekjen. Wartawan sudah menghubungi melalui telepon genggamnya melalui +6282384248xxx tidak mengangkat. Bahkan pesan singkat yang dilayangkan tidak ada balasan.
Informasi lain menyebutkan dari mahasiswa yang menolak disebutkan namannya, Bukhori saat ini sudah berhenti kuliah. "Silakan saja cek di kampus, Bukhori sudah berhenti itu kuliah," kata sumber riauterkini dari salah seorang mahasiswa.
Sejumlah mantan Mahasiswa Kabupaten Pelalawan, misalnya, Tengku Khairil mengaku kwatir terhadap polemik yang dialami oleh induk organisasi Kabupaten Pelalawan. Menurutnya, masalah ini tidak boleh di diamkan begitu saja, dan secepatnya diselesaikan dengan cara-cara cerdas.
"Persoalan ini, tidak boleh di diam-diamkan begitu saja. Jika dibiar-biarkan malah menjadi preseden buruk bagi IKMPI. Cara-cara elegan dan semangat mahasiswa harus diprioritaskan, sehingga IKMPI kembali menjadi pemersatu IMP Pelalawan," ujarnya.***(feb)
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Komentar
Berita Terkait
-
Hukrim
Kasat Reskrim Polres Siak Tinjau Korban Percobaan Pencurian di Kampung Dosan
-
Sosial
Bupati Siak Afni Dorong Penyelesaian Konflik HGU di Jakarta
-
Hukrim
Operasi Narkotika Diperketat di Bengkalis, Ratusan Pelaku Ditangkap
-
Hukrim
Kejari Bengkalis Musnahkan Barang Bukti 110 Perkara Inkracht
-
Lingkungan
Rumah Kompos Pekanbaru Dorong Pengurangan Sampah TPA Muara Fajar
-
Politik
DPRD Pekanbaru Desak Prioritas Drainase 2026

