• Home
  • Sosial
  • Disdukcapil Dumai Dinilai Lamban Layanani Pengurusan e-KTP

Disdukcapil Dumai Dinilai Lamban Layanani Pengurusan e-KTP

Senin, 21 September 2015 17:51 WIB
DUMAI - Warga Kelurahan Bukit Batrem, Dini mengeluhkan atas pelayanan pengurusan Elektronik-Kartu Tanda Penduduk (E-KTP) di Kantor Dinas Kependudukan Pencatatan Sipil (Disdukcapil), yang terkesan lamban dalam kepengurusannya.

"Saya mengurus dua E-KTP yakni tepatnya untuk saya dan suami saya. Tetapi yang selesai hanya punya suami saya, sementata punya saya tak kunjunv selesai dengan alasannya karena kami hanya mengisi satu blanko pendaftaran," katanya.

Kami lanjutnya, mana tahu kalau yang diberi petugas hanya blanko untuk pengisian satu pengurusan satu E- KTP, karena kami mengajukan untuk mengurus dua E-KTP. Tetapi setelah lama menunggu, hanya satu E-KTP yang selesai yakni punya suami saya. 

"Alasan mereka blanko habis, tetapi ada salah seorang oknum petugas Disdukcapil yang meminta uang 200 ribu agar pengurusan E-KTP bisa selesai dengan cepat," ungkapnya.

Tetapi kami tidak mengurusnya atau meng-Ia kannya, karena dia meminta satu KTP Rp. 200 Ribu sementara kami harus mengurus dua KTP yang berarti sudah menelan biaya hingga Rp. 400 Ribu. 

"Sehingga kami terpaksa hanya meminta surat keterangan dari Disdukcapil bahwa KTP kami sedang dalam kepengurusan, itu pun karena kami yang memintanya. Karena harus ada urusan di Kota Pekanbaru dan takut kena razia karena tidak ada KTP," kesalnya.

Dilanjutkannya, sementara tadi (Senin, red) kami sudah bertemu langsung dengan Kepala Disdukcapil untuk memberitahu kepadanya bahwa petugasnya ada yang tidak beres dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat, dan memberitahu ada Oknum yang meminta uang Rp. 200 Ribu kepada masyarakat. 

"Kami melaporkan kepada Kadis nya langsung dan Kadis nya meminta kepada kami agar mencari Oknum yang sudah meminta uang  kepada kami tersebut, akan tetapi meski sudah di cari-cari oleh suami saya, orangnya tidak ketemu," kesalnya mengakhiri. 

(adi/adi)
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Tags
Komentar