Dishutbun Rohul Ajukan Empat Desa Jadi Sentra Budidaya Lebah Madu
Minggu, 09 Februari 2014 16:21 WIB
PASIRPANGARAIAN - Empat dari 153 desa/ kelurahan di Kabupaten Rokan Hulu akan dijadikan lokasi budidaya lebah madu percontohan. Untuk modalnya, Dinas Kehutanan dan Perkebunan (Dishutbun) Rohul sudah mengajukan dalam APBD 2014.
"Kami (Dishutbun) sudah ajukan melalui APBD Murni 2014 yakni untuk peralatan panen, koloni atau rumah lebah madu, sampai pemeliharaannya," kata Kepala Dishutbun Rohul Sugiyarno SP, Ahad (9/2/14).
Sugiyarno mengungkapkan empat desa yang akan dijadikan lokasi budidaya madu percontohan mulai tahun ini yakni Desa Rambah Jaya Kecamatan Bangunpurba dan Desa Pasir Jaya Kecamatan Rambah Hilir. Dua desa itu sudah berhasil menghasilkan madu lebah dari bunga pohon akasia dan sudah bekerjasama dengan PT SSL.
Kemudian dua desa lagi yakni Desa Dayo Kecamatan Tandun yang bisa menghasilkan madu dari bunga sawit. Sedangkan salah satu desa di Kecamatan Rokan IV Koto, kabarnya madu yang dihasilkan dari bunga kelapa sawit dan bungan pohon karet.
"Kualitas dan rasa madu lebah tergantung bunga. Tapi kalau di Rohul kebanyakan madu dari bunga akasia, bunga kelapa sawit, dan bunga karet," ujarnya.
Selain empat desa, sambung Sugiyarno, sedikitnya ada enam dari 16 kecamatan di Rohul yang berpotensi menjadi lokasi budidaya lebah maduk seperti Kecamatan Kepenuhan, Kuntodarussalam, Rambah, Rambah Hilir, Rokan IV Koto, dan Kecamatan Ujungbatu.
"Setelah empat desa berhasil, kami akan coba mengembangkan lagi di beberapa desa seperti di Desa Pasir Intan Kecamatan Bangunpurba dan lainnya," jelas Sugiyarno.***(zal)
"Kami (Dishutbun) sudah ajukan melalui APBD Murni 2014 yakni untuk peralatan panen, koloni atau rumah lebah madu, sampai pemeliharaannya," kata Kepala Dishutbun Rohul Sugiyarno SP, Ahad (9/2/14).
Sugiyarno mengungkapkan empat desa yang akan dijadikan lokasi budidaya madu percontohan mulai tahun ini yakni Desa Rambah Jaya Kecamatan Bangunpurba dan Desa Pasir Jaya Kecamatan Rambah Hilir. Dua desa itu sudah berhasil menghasilkan madu lebah dari bunga pohon akasia dan sudah bekerjasama dengan PT SSL.
Kemudian dua desa lagi yakni Desa Dayo Kecamatan Tandun yang bisa menghasilkan madu dari bunga sawit. Sedangkan salah satu desa di Kecamatan Rokan IV Koto, kabarnya madu yang dihasilkan dari bunga kelapa sawit dan bungan pohon karet.
"Kualitas dan rasa madu lebah tergantung bunga. Tapi kalau di Rohul kebanyakan madu dari bunga akasia, bunga kelapa sawit, dan bunga karet," ujarnya.
Selain empat desa, sambung Sugiyarno, sedikitnya ada enam dari 16 kecamatan di Rohul yang berpotensi menjadi lokasi budidaya lebah maduk seperti Kecamatan Kepenuhan, Kuntodarussalam, Rambah, Rambah Hilir, Rokan IV Koto, dan Kecamatan Ujungbatu.
"Setelah empat desa berhasil, kami akan coba mengembangkan lagi di beberapa desa seperti di Desa Pasir Intan Kecamatan Bangunpurba dan lainnya," jelas Sugiyarno.***(zal)
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Komentar
Berita Terkait
-
Hukrim
Kasat Reskrim Polres Siak Tinjau Korban Percobaan Pencurian di Kampung Dosan
-
Sosial
Bupati Siak Afni Dorong Penyelesaian Konflik HGU di Jakarta
-
Hukrim
Operasi Narkotika Diperketat di Bengkalis, Ratusan Pelaku Ditangkap
-
Hukrim
Kejari Bengkalis Musnahkan Barang Bukti 110 Perkara Inkracht
-
Lingkungan
Rumah Kompos Pekanbaru Dorong Pengurangan Sampah TPA Muara Fajar
-
Politik
DPRD Pekanbaru Desak Prioritas Drainase 2026

