• Home
  • Sosial
  • Disnaker Dumai Agendakan Monitoring Perusahaan Industri

Disnaker Dumai Agendakan Monitoring Perusahaan Industri

Selasa, 26 Agustus 2014 13:34 WIB

DUMAI - Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kota Dumai, Riau, Amiruddin agendakan kegiatan kunjungan kerja ke sejumlah perusahaan industri di daerah itu dalam rangka monitoring.

"Selain monitoring ke perusahaan, kita juga bermaksud untuk menangkap peluang kerja yang ada untuk pencari kerja masyarakat Dumai," katanya, Selasa (26/8).

Menurutnya, kegiatan monitoring bertujuan memantau pelaksanaan hubungan kerja antara perusahaan dengan pekerja agar berlangsung dalam keadaan aman dan kondusif serta tidak mengalami kendala terkait pengupahan.

Pihak Disnakertrans, sebutnya, juga akan memantau pelaksanaan faktor keselamatan, kesehatan kerja (K3) di perusahaan tersebut karena merupakan instruksi dari Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi. 

"Banyak manfaat dari kegiatan monitoring ke perusahaan ini yang dapat kita ambil, karena selain memastikan pelaksanaan hubungan kerja berlansung kondusif, juga mendata keberadaan pekerja di perusahaan terkait jaminan kesehatan ketenagakerjaan," ungkapnya.

Disamping itu, monitoring yang akan diawali di sejumlah perusahaan di Kecamatan Bukit Kapur ini juga akan memantau sejauh mana kepatuhan perusahaan terhadap ketentuan perundang-undangan ketenaga kerjaan serta menjalin hubungan harmonis antara pemerintah dengan perusahaan.

"Setiap tahun kita juga melakukan penilaian penerapan K3 di semua perusahaan yang ada, dan melalui kegiatan ini bisa terpantau bagaimana pelaksanaan kerja berlangsung," sebutnya. 

Disnakertrans Dumai mengagendakan kunjungan kerja ke sejumlah perusahaan,diantaranya, PT Taluk Kuantan Perkasa, PT Beton Indo Perkasa, PT Sumatera Sarana Sekar Sakti, PT Rolimex Kimia Nusamas, PT RMJ Parkasa PT Elnusa Dumai.

Kemudian, PT Terminal Utama Makasar, PT Andalan Pertama Benua, PT Dumai Jaya Beton, PT Intibenua Perkasatama dan PT Rina Usaha Makmur serta PT Parika Beton Selada.

Sementara, Pada 2013 lalu, kegiatan monitoring Disnakertrans ini sedikitnya telah menyerap sekitar 500 pekerja yang bekerja di sejumlah perusahaan industri dan pabrik pengolahan minyak mentah kelapa sawit di kota berpenduduk 290 ribu jiwa ini.***(adi)
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Tags Sosial
Komentar