• Home
  • Sosial
  • Disnaker Dumai Tutup Pelatihan Berbasis Kompetensi

Disnaker Dumai Tutup Pelatihan Berbasis Kompetensi

Rabu, 25 Juni 2014 17:07 WIB
DUMAI - Pelatihan Berbasis Kompetensi program peningkatan kompetensi tenaga kerja dan produktivitas APBN Tahun Anggaran (TA) 2014 di Bimbingan  Latihan Kerja(BLK) Dumai  Kelurahan Mekarsari Kecamatan Dumai Selatan secara resmi ditutup, Rabu (25/6/14).
 
Pelatihan yang dilaksanakan selama 200 jam (20 hari) dengan melibatkan 144 peserta tersebut mengikuti pelatihan bidang komputer, tata boga, las listrik, menjahit, teknik sepeda motor, pertanian dan processing tersebut diharapkan dapat menciptakan peluang kerja di tengah masyarakat.
 
Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kota Dumai Drs H Amiruddin MM mengucapkan terimakasih dan penghargaan kepada Balai Latihan dan Transmigrasi Provinsi Riau yang telah dapat membawa dana APBN untuk melakukan pelatihan bagi masyarakatdi BLK Dumai.
 
“Saya berharap pelatihan yang sudah dilakukan dapat diaplikasikan peserta untuk membuka lapangan usaha dan peluang kerja di tengah masyarakat,” tegas Amiruddin di sela-sela penutupan Pelatihan Berbasis Komptensi di halaman gedung BLK Dumai.
 
Dumai sebagai kota industri banyak membutuhkan tenaga kerja. Tentu tenaga kerja yang  dimaksud harus sesuai pula dengan kebutuhhan perusahaan, sehingga ketersediaan tenaga kerja sesuai pasar kerja menjadi penting. 

“Ya pelatihan-pelatihan seperti  ini sangat perlu dilakukan dalam upaya mengisi lapangan kerja yang tersedia di perusahaan. Maka dari itu, diharapkan pelatihan ini bisa mampu mendorong program pengetasan kemiskinan dan pengangguran,” jelasnya.
 
Dijelaskan, sesuai Peraturan Daerah (Perda) No 10/ 2004 tentang rekrut tenaga kerja di perusahaan, tenaga kerja tempatan menjadi prioritas, yakni 70 persen masyarakat tempatan dan 30 luar kota Dumai. 

Bahkan Memorandum of Understanding (MoU) yang ditandatangani pengusaha dan Walikota Dumai H Khairul Anwar SH menguatkan Perda tersebut. “Anak Dumai menjadi prioritas bekerja di persuhaan di daerah ini,” tuturnya.
 
Namun demikian, kata Amiruddin,  mindset (pola pikir) masyarakat Kota Dumai sudah saatnya dirobah. Jangan lagi terpaku hanya menjadi pegawai negeri sipil (PNS) dan karyawan perusahaan. Tapi sebaiknya harus berpikit untuk mampu mandiri dengan membuka usaha sendiri
 
Bahkan pelatihan pelatihan berbasis kompetensi yang dilakukan  justru berpeluang besar untuk membuka peluang usaha dan peluang kerja di tengah masyarakat. Namun pemerintah diharapkan memberikan bantuan peralatan yang dibutuhkan masyarakat yang sudah menjalani pelatihan.
 
“Untuk kegiatan las listrik misalnya hendaknya disediakan mesin las, begitu juga untuk menjahit diharapkan mesin jahit juga diberikan. Dengan demikian, mereka yang sudah mendapat pelatihan dapat membuka usaha, sehingga peluang kerja menjadi terbuka,” katanya.
 
Kata Amiruddin Pemko Dumai melalui APBD  juga sudah  melaksanakan pelatihan teknologi tepat guna kepada masyarakat. Tujuannya bagaimana agar masyarakat dapat berusaha sendiri, sehingga pengangguran dapat berkurang. 

Ke depan, diharapkan dana APBN dapat mengalir terus agar progam pelatihan berbasis kompetensi  kepada masyarakat dapat berlanjut.
 
Kepala UPT BLK Riau kota Dumai Drs H Zul Abrar melaporkan, pelatihan berbasis kompetensi dilaksanakan selama 200 jam, diikuti 144 peserta dari kota Dumai, Kabupaten Bengkalis, Rokan Hilir (Rohil) dan Kabupaten Meranti.
 
Peserta pelatihan las listrik  akan diberikan sertifikat dari BLK serta Sertifikat dari Badan Nasional Sertifikasi Pusat (BNSP). Sertifikasi tersebut sangat perlu sebagai dasar untuk dapat melamar pekerjaan ke perusahaan.
 
“Ini angkatan I tahun 2014, saya mohon kepada Kepala Disnakertrans Kota Dumai agar  dapat membantu penempatan kepada peserta pelatihan untuk dapat diterima bekerja di perusahaan,” pinta Zul Abrar.
 
Sementara Kepala Balai Latihan Transmigrasi Pekanbaru  Ir. Sofyan Hanafi menjelaskan, siapa pun dapat dilatih di BLK Dumai. Tidak perlu data miskin, yang terpenting ada kemauan untuk dilatih.
 
Menurutnya, pelatihan selama 200 jam memang belum cukup. Untuk itu ke depan, pelatihan berbasis kompetensi diusulkan dilaksanakan selama 480 jam dari APBN. “Untuk tahun depan kita tambah lagi, baik dari segi jumlah peserta dan waktu pelatihan kita usulkan untuk ditambah,” ujarnya.
 
Dan kepada peserta, meski pelatihan sudah ditutup, hendaknya BLK Dumai dijadikan rumah kedua. Sebab informasi bursa kerja dan lapangan kerja di Riau dapat diperoleh di BLK Dumai. “Jangan segan-segan datang ke sini untuk mencari tau informasi bursa kerja di Riau,” pintanya.***(adi)
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Tags Sosial
Komentar