• Home
  • Sosial
  • Distanak Riau: Sapi Kurban Sudah Terpenuhi 80 Persen

Distanak Riau: Sapi Kurban Sudah Terpenuhi 80 Persen

Minggu, 14 September 2014 17:22 WIB
PEKANBARU - Kebutuhan sapi kurban di Riau diperkirakan mencapai 15-20 ribu ekor. Dinas Peternakan dan Peternakan (Distanak) Riau klaim hampir 80 persen dari jumlah kebutuhan sudah terpenuhi saat ini.

Sebagian besar dari kebutuhan sapi tersebut didatangkan dari luar provinsi, seperti Sumbar, Sumut dan Aceh. Sementara dua daerah lainya Lampung dan NTB yang biasanya menjadi langganan pemasok sapi ke Riau sudah kurang.

"Sudah terpenuhi, dipasok para distributor. Tapi Lampung dan NTB yang biasanya sapi-sapi datangkan sebelumnya sudah berkurang. Sebagian besar kita datangkan dari Sumbar, Sumat dan Medan," kata Sekretaris Distanak Riau Yusfar, Minggu (14/9/14).

Ribuan sapi yang sudah didatangkan distibutor dari berbagai daerah di Sumatera itu kini sudah dikandangkan di plaza ternak. Hewan tersebut juga sudah diperiksa kesehatanya dan sudah dinyatakan layak konsumsi.

Hewan yang sudah diperiksa kesehatanya tersebut dibuktikan sertifikat kesehatan hewan dari dinas terkait. Baik sapi lokal terlebih dari sapi luar provinsi. Beberapa penyakit yang diantisiasi adalah antrak dan jembrana.

"Sampai sekarang belum ada kita temukan penyakit hewan seperti jembrana atau antrak. Kalau ada kita tidak akan mengizinkan diperjual belikan karena berdampak kepada manusia yang mengkonsumsinya," ungkap Yusfar.

Selain itu, lanjut mantan Sekretaris Diskes Riau ini pedagang sapi dadakan yang sudah bermunculan saat ini, akan dilakukan pemeriksaan kesehatan hewanya. Hal itu juga tetap menjadi perhatian agar penyakit hewan tak menyebar ke manusia.

"Kalau bisa ke flaza ternak mencarinya karena di sanakan sudah kita periksa kehetanya. Tapi sapi-sapi dari pedagang hewan dadakan juga kita awasi," ujarnya.

Ada pun ketersediaan sapi lokal seperti di Inhu, Kuansing dinilai cukup membantu memenuhi ketersediaan permintaan kebutuhan akan sapi korban. 
Meski tak merincikan berapa jumlah ketersediaanya, Yusfar menilai dari tahun ke tahun terus meningkat karena pengembangan hasil ternak sapi sudah meningkat. (mok)
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Tags Sosial
Komentar