• Home
  • Sosial
  • Elemen Masyarakat Palika Surati Bupati & DPRD Rohil

Sola Izin Praktek Dokter Nanang

Elemen Masyarakat Palika Surati Bupati & DPRD Rohil

Minggu, 04 Januari 2015 15:56 WIB
ROKAN HILIR : Berbagai Organisasi masyarakat di Panipahan Kecamatan Pasir Limau Kapas mengirimkan surat aspirasi kepada Bupati, Ketua DPRD, Kepala Dinas Kesehatan Rohil berkaitan kurangnya tenaga dokter dan tersiarnya kabar dilarangnya  dr H Nanang membuka praktek usai menjalankan tugas sebagai PNS di kota terapung tersebut, Sabtu (3/1) .

Dalam surat yang di tanda tangani Ketua Ketua NU,LAM,FUK.SPSI,Ketua RT,Tokoh Pemuda,Agama,Ustaz yang di tujukan kepada Bupati,Ketua DPRD,Kepala Dinas Kesehatan,Direktur RSUD Protomo akhir Desember 2014 lalu meminta agar pejabat teras di Pemkab Rohil memberikan izin kembali kepada dr H Nanang untuk dapat membuka prakteknya di Panipahan demi pelayanan kesehatan karena selama ini doter tersebut membuka temapt praktek melayani masyarakat usai menjalankan kewajibanya sebagai PNS dan usai menjalankan tugasnyd di Bagansiapiapi.

"Kami selama ini menahan diri,selama ini dokter H Nanang itu melayani masyarakat di tempat prakteknya usai menjalankan tugas dan mengisi libur kerja di rumahnya di Panipahan,tetapi belakangan ini beliau konon di larang karena ada yang usil,beliau kan tak menyalahi aturan," kata cap Badrul Helmi dari Forum Komunikasi Masyarakat Palika dan beberapa orang pengurus Organisasi lainya mengaku aneh saja ada pelarangan praktek terhadap seorang dokter yang menjunjung tinggi kode etik IDI.

Menurut Aguan (54) warga Panipahan selama ini dokter H Nanang seusai menjalankan tugas di RSUD Protomo Bagansiapiapi lansung ke Panipahan karena (dokter H Nanang) memiliki rumah dan warga Panipahan namun akhir-akhir ini masyarakat mendengar ada yang melaporkan ke atasan dengan nuansa fitnah sekan-akan dokter tersebut tidak menjalankan tugasnya dan buka praktek di Bagansiapiapi. 

"Kami mau luruskan beliau praktek diluar jam dinas dan tugasnya,sama dengan dokter lainya,kok ada yang usil kasak-kusuk kesana kemari," ucap Aguan.

Aguan mengakui jika di bandingkan dengan pengabdianya dr H Nanang cukup dekat dengan masyarakat karena kapan dan dimana saja di minta bantuanya lansung di respon dan di tanggapi. 

"Sudah bukan orang lain bagi masyarakat disini,beliau anak Rohil asli,beliau melayani masyarakat dengan baik dan ramah dan banyak pasien langgananya yang mengaku serasi dengan penanganya," jelasnya.

Ditambahkan Aguan, apa lagi praktek diluar jam kerja. "Sangat lazim sama dengan dokter lain,tapi tak ada yang usil,beliau tidak menggu orang di Pukesmas sana,kami dengan penduduk 30.000 kurang dokter hanya 3 orang," sebut Ujang Horas menganinkan ucapan Aguan dan menanggapi positif surat tersebut.

Dokter H Nanang dimintai komentarnya Sabtu (3/1) menyebutkan sebagai PNS dan menjunjung tinggi kode etik IDI (dokter) dan ketika habis jam dinas kembali ke Panipahan dan tetap melayani masyarakat yang datang berobat. 

"Saya ini melayani masyarakat berobat dan butuh pertolongan kesehatan karena sumpah janji dokter,kode etik IDI,ada izin praktek,akhir-akhir ini saya melayani pasien bahkan melalui handpone dan mengirimkan obat-obatan,karena mereka mengaku serasi Pak," kata dr H Nanang.

"Cek ke tempat saja tugas di RSUD Protomo Bagansiapiapi tetap masuk,jikalaupun ada di Panipahan saya rumah disana,masyarakat berobat wajib saya layani, kalau ada yang usil itu saya tidak tahu, karena saya tidak menganggap melayani pesakit merupakan menyaingi atau mengambil reski orang," jawabnya.

H Bahtiar SH Anggota Komisi I DPRD Rohil di hubungi terpisah tentang adanya aspirasi dan keluhan masyarakat atas adanya oknum menghalangi dan merasa tersaing dengan praktek dokter yang di lakukan Nanang menyebutkan itu sah-sah saja.

"Itu sah-sah saja,beliau anggota IDI,ada izin dan praktek diluar jam tugas, sangat wajar, Panipahan itu daerah saya masih kurang dokter,masyarakat butuh pelayanan kesehatan terbaik," sebut H Bahtiar SH politisi Hanura ini tegas.

Beberapa orang tokoh masyarakat Panipahan Minggu (4/1) di mintai komentarnya masyarakat memilih berobat jalan dengan dokter H Nanang karena beliau sangat dekat dan dapat dimintai bantuan kapan dan dimana saja serta tak mematok besarnya biaya berobat.

"Yang kami sesalkan kok putra asli Rohil di begitukan,beliau praktek di luar jam kerja,sama dengan dokter yang praktek di daerah lainya,hanya lagi ada yang tak senang,semua orang sini tahu kebusukan oknum tersebut," jelasnya.

Warga mengaku ada indikasi sentimen seorang dokter di Pukesmas setempat yang memberikan laporan karena merasa tersaingi. "Nanti kalau masyarakat bosan, lain kejadianya, kami telah menyurati Bupati, minta dokter H Nanang jangan di larang praktek," pintanya.

(yan/yan)
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Tags Sosial
Komentar