• Home
  • Sosial
  • Gapensi Bengkalis Kecam Herliyan Saleh

Gapensi Bengkalis Kecam Herliyan Saleh

Kamis, 16 April 2015 17:27 WIB
BENGKALIS -  Pembagian proyek penunjukan langsung (PL) di sejumlah Satuan Kerja Perangkat Daerah dilingkungan pemerintah daerah kabupaten Bengkalis dikabarkan ditentukan oleh Bupati Bengkalis Herliyan Saleh. 

Hal itu membuat Gabungan Pelaksana Konstruksi Nasional Indonesia (Gapensi) Bengkalis mengecam tindakan orang nomor satu dinegeri junjungan ini. 

"Kita sudah lama mendapatkan kabar tersebut. Bahkan sejumlah kepala dinas dilingkungan Pemkab bengkalis sendiri mengeluhkan sikap bupati Bengkalis, karena untuk pengerjaan proyek Penunjukan langsung (PL) belum bisa dilaksanakan menunggu intruksi dan DPA SKPD masing dipegang Bupati," kata Ketua Gapensi Bengkalis Suhaimi melalui Humas Dakeslim kepada sejumlah wartawan, kemarin.

Dikatakanya, tindakan kepala daerah Bengkalis mengintervensi serta kebijakan yang dilakukan sudah diluar kewenangan sebagai orang nomor satu di negeri junjungan ini. 

"Dimana- mana kepala daerah memikirkan bagaimana daerah yang dipimpin, maju baik dalam pembangunan maupun perekonomian. Bukan justru bermain main dengan proyek yang nilainya 100 jutaan, cukup bupati itu memikirkan kesejahteraan masyarakat kabupaten Bengkalis saja,"tegas pria disapa Ikes ini yang Hobi olahraga beladiri keras muaythai ini 

Sedangkan mengenai proyek PL tersebut. Dikatakan mantan Ketua MPC PP Kabupaten Bengkalis dua periode ini yang Gemar olahraga, Bupati bengkalis seharusnya menyerahkan dan mempercayai SKPD terkait untuk menentukan dan mengelola. 

"Jangan ada lagi intervensi dalam penentuan siapa yang pelaksananya. Karena baru kali ini saya mendengar kepala daerah ikut andil dalam proyek nilai ratusan juta,"herannya. 

Terpisah salah seorang kepala dinas mengungkapkan DPA Dinasnya masih ditahan Bupati Bengkalis. 

"Tunggu intruksi beliau karena DPA masih dimejanya, belum diserahkan ke Satker. Bagaimana ingin dilaksanakan ketingkat perencanaan DPA saja belum bisa dilihat apa saja dikerjakan," keluh Kadis yang enggan disebutkan namanya.

(der/der)
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Tags
Komentar