• Home
  • Sosial
  • Gubernur Riau Sebut Peredaran Narkoba Melalui Pelabuhan Tikus

Gubernur Riau Sebut Peredaran Narkoba Melalui Pelabuhan Tikus

Kamis, 13 Juli 2017 18:15 WIB
PEKANBARU - Provinsi Riau yang strategis letaknya, berbatasan langsung dengan negara tetangga, khususnya wilayah pesisir dinilai rentan disusupi peredaran narkoba. 

Terlebih selama ini, banyak diketahui di kawasan pesisir seperti Dumai, Bengkalis dan Kepulauan Meranti banyak sekali pelabuhan 'tikus' yang tak terpantau oleh aparat kemanan.‎ 

Karena itu salah satu sikap yang harus dilakukan dengan memperketat pengawasan, terutama dititik-titik yang diduga tempat masuknya peredaran narkoba, membahayakan generasi muda.‎ 

"Perlu dilakukan pengawasan ketat. Memang dikawasan pesisir ini karena daerah langsung berbatasan dengan negara tetangga," kata Gubernur Riau Arsyadjuliandi Rachman, Kamis (13/7/17). 

Menurut Andi Rachman, begitu orang nomor satu di Riau ini biasa disapa, barang haram asal negara asing itu acap kali dimasukkan ke Riau melalui jalur perbatasan dan laut melalui pelabuhan 'tikus' yang tak terpantau aparat kemanan. 

Untuk menghambat peredaran barang haram tersebut, jaringan mata rantai peredaran narkoba harus diputus. Kemudian seluruh aparat terkait juga harus bersinergi dan terus dilakukan," ungkap Andi. 

Badan Narkotika Nasional (BNN) Riau salah satu diminta mamainkan perannya memaksimalkan pengawasan narkoba bekerka sama dengan pihak terkait lainnya. Baik TNI AL, kepolisian dan unsur masyarakat saling bergandeng. 

"Jangan ada kata menyerah dalam memberantas narkoba ini. Kita semua harus bergandeng tangan. Peredaran narkoba dapat membahayakan generasi muda," ujar Andi.

(rdk/rtc)
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Tags NarkobaPelabuhan
Komentar