Gubri Mengaku Terpaksa Nyinyir Ajak SKPD Hemat Listrik
Rabu, 02 November 2016 17:44 WIB
PEKANBARU - Ajakan penghematan penggunaan listrik di instansi pemerintahan khususnya di lingkungan Pemprov Riau masih dipandang sepele oleh Aparatur Sipil Negara (ASN).
Gubernur Riau Arsyadjuliandi Rachman pun terpaksa harus 'nyinyir' agar ajakan penghematan listrik dilaksanakan.
Orang nomor satu di Riau ini pun mencontohkan, rumah dinas dirinya termasuk komplek gubernuran yang ada di Jalan Diponegoro. Terkadang lampu masih hidup sampai pukul 09.00 pagi.
Hal ini jelas pemborosan dan tak sejalan dengan program Riau Energi Saving Goverment Office (Resgo) yang digagas Dinas Pertambangan dan Energi (Distamben) Riau.
"Seperti rumah Gubernur, Wakil Gubernur banyak honor yang bekerja di sana, terkadang lampu masih hidup sampai jam 9 pagi. Kan itu memalukan, saya tegur. Mau tidak mau terpaksa kita nyinyir," kata Andi Rachman (sapaan akrabnya), Rabu (2/11/16).
Andi bahkan meminta kepada Kepala Distamben Syahrial Abdi jangan takut menindak kepada instansi ataupun pejabat yang tidak melakukan penghematan energi tersebut. Selain perkantoran pemerintahan, gedung Bank Riau Kepri termasuk BUMD juga jadi perhatian.
Lebih lanjut, Andi kembali mengingatkan terkait program Resgo dari Distamben Riau yang bisa langsung memantau penggunaan listrik di setiap instansi.
Tidak ada alasan untuk tak mendukungnya. Karena secara pribadi dirinya juga turut memantau SKPD mana yang tak mengindahkan ajakan penghematan penggunaan listrik disetiap instansi pemerintahan.
(rdk/rtc)
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Komentar
Berita Terkait
-
Ekbis
PLN Kejar Target 1.434 Sertifikasi Tanah di Riau
-
Ekbis
Menteri BUMN Bangga PLN Jaga Pasokan Listrik di Blok Rokan
-
Ekbis
Menteri BUMN Erick Thohir Kunjungi Blok Rokan dan Sapa Pekerja
-
Advertorial
PLN Buka Hotline Center Penanganan Keluhan Tagihan Listrik
-
Sosial
Lindungi Petugas dari Corona, PLN Tidak Lakukan Pengecekan Meteran Listrik
-
Ekbis
Tanggapan PLN Dumai Soal Keluhan Pelanggan Terkait Tagihan PJJ

